Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenpora Tegaskan PATRIN Sebagai Satu-Satunya Wadah Resmi Atlet Tunarungu Indonesia

Rabu | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T05:57:37Z
Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Indonesia secara berkelanjutan. Foto: Kemenpora

Laporaninfomasi.com (Jakarta) — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Indonesia secara berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui sinergi yang makin erat bersama Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (National Paralympic Committee/NPC Indonesia), baik dalam persiapan kompetisi multi-event maupun keikutsertaan di berbagai kejuaraan internasional.


Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menegaskan bahwa pemerintah menempatkan atlet disabilitas sebagai elemen kunci pilar olahraga nasional.


"Kemenpora selalu bangga dan memberikan dukungan terhadap atlet-atlet disabilitas Indonesia. Kami juga memiliki kerja sama yang sangat baik dengan NPC Indonesia dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga disabilitas nasional," ujar Surono di Jakarta.


Bukti konkret keberhasilan kolaborasi ini tecermin dari performa impresif Kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games di Thailand. Indonesia sukses menutup kompetisi di peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Capaian ini melampaui target awal yang dipasang sebanyak 82 emas.


Menurut Surono, lonjakan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan terencana dari ekosistem olahraga disabilitas—yang melibatkan pemerintah, NPC Indonesia, hingga jajaran pelatih—telah membuahkan hasil nyata.


Tak berhenti di ajang multi-event, Kemenpora juga mengawal konsolidasi perencanaan single event internasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang.


"Setiap kejuaraan dunia yang diikuti pada prinsipnya merupakan bagian dari proses try out dan pengumpulan poin serta peringkat yang diperlukan untuk mengejar kualifikasi menuju Paralimpiade," tutur Surono.


Terkait tata kelola pembinaan, Kemenpora menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi internasional, seperti Statuta International Paralympic Committee (IPC) serta bylaws International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).


Khusus pembinaan atlet tunarungu, pemerintah memastikan pendanaan dan fasilitasi hanya diberikan melalui badan yang sah secara hukum internasional.


"Di hadapan NPC Indonesia dan ICSD, khusus untuk atlet tunarungu hanya organisasi Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) yang diakui secara internasional dan karenanya hanya PATRIN yang diakui oleh Pemerintah," kata Surono menegaskan.


Sebagai landasan pembinaan jangka panjang, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas latihan terpadu ini ditargetkan menjadi salah satu pemusatan latihan disabilitas terbaik di kawasan Asia Tenggara.


Selain fasilitas fisik, komitmen anggaran juga terus digelontorkan untuk keberangkatan atlet pada ajang internasional seperti Asian Para Games. Untuk ASEAN Para Games lalu, pemerintah mengucurkan skema apresiasi dalam bentuk bonus peraih medali yang total nilainya mencapai lebih dari Rp350 miliar, yang disalurkan langsung melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update