Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapolri Ajak Generasi Muda UMSU Rebut Momentum Bonus Demografi Demi Lompatan Ekonomi Nasional

Senin | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T10:35:34Z
Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa, Senin (28/9/2026). Foto: Divhumaspolri


Laporaninformasi.com (Medan) — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memegang peluang besar untuk melompat menjadi negara maju. Momentum emas tersebut ditentukan oleh keberhasilan mengelola bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada periode 2030–2035.


Pesan tersebut ditekankan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).


Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Jenderal Sigit memaparkan bahwa melimpahnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis mengantar Indonesia menjadi bangsa yang maju. Peluang strategis ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan keterampilan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta perhatian serius terhadap kesehatan dan gizi masyarakat.


“Kesempatan ada di depan kita. Bagaimana kemudian kita bisa memanfaatkan semua, dan itu tentunya butuh kolaborasi,” ujar Kapolri.


Sebagai perbandingan, Kapolri mencontohkan keberhasilan Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan yang sukses mengoptimalkan bonus demografi melalui penguatan pendidikan, inovasi industri, dan penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi. Sebaliknya, pengalaman Brasil dan Thailand menjadi pengingat bahwa keterbatasan kualitas SDM dan minimnya lapangan kerja berkualitas dapat menghambat potensi pertumbuhan ekonomi negara.


Indonesia sendiri, lanjut Kapolri, memiliki modal dasar yang sangat kuat. Selain sumber daya manusia, Tanah Air dikaruniai kekayaan alam melimpah, seperti cadangan nikel sebesar 62 juta ton (44,3 persen dari cadangan global) serta cadangan emas mencapai 3.600 ton yang menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia.


Potensi sumber daya alam ini tengah digenjot melalui kebijakan hilirisasi. Pemerintah mencatat telah melakukan groundbreaking terhadap 26 proyek hilirisasi komoditas strategis dengan nilai investasi mencapai Rp231 triliun guna memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas lapangan pekerjaan. Di sektor energi, penerapan biodiesel B50 juga diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun.


Kendati demikian, Kapolri mengingatkan bahwa seluruh potensi makro tersebut sangat bergantung pada kesiapan generasi muda di lini depan. Ia mengajak para mahasiswa UMSU untuk terus mengasah kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global yang semakin ketat.


Menutup paparannya, Kapolri menegaskan bahwa kunci utama dari transformasi besar ini terletak pada sinergi lintas sektoral yang solid.


“Ini semua bisa berjalan kalau kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para cendekiawan ini bisa bersatu. Ini kuncinya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update