Laporaninformasi.com (Batam) — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan lonjakan indikator pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang mencapai 6,76 persen saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau di Hotel S, Lubukbaja, Minggu (6/9/2026).
Di hadapan peserta Mubes, Amsakar mengungkapkan bahwa lompatan ekonomi tersebut berjalan seiring dengan lonjakan nilai investasi hingga 115,5 persen, naik signifikan dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Realisasi investasi pada semester pertama bahkan telah mendekati angka Rp30 triliun.
"Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam terus menguat. Hal ini dibuktikan dengan masuknya investasi dari sejumlah perusahaan teknologi global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies," ujar Amsakar.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi Batam selama satu tahun enam bulan terakhir sejauh ini mampu berjalan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni APBN maupun APBD. Capaian ini juga didukung oleh perhatian Pemerintah Pusat melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) percepatan pembangunan.
Sejumlah indikator sosial dan pariwisata daerah turut mencatatkan raihan positif: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Meningkat dari 83,3 menjadi 83,8, Wisatawan Mancanegara (Wisman) Tumbuh dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) Melonjak dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan.
Melihat iklim daerah yang makin kondusif, Amsakar mengajak seluruh warga Batam asal Sumatera Selatan untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan tidak memandang diri sekadar perantau. Mengingat kedekatan historis antara Sumsel dan Kepri sejak era Bukit Siguntang, paguyuban diharapkan fokus memperkuat modal sosial dan semangat saling membantu.
"Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga dan membangun kota ini," tuturnya.
Selain berpesan agar Mubes PKBSS berjalan adil, bijak, dan penuh kekeluargaan, Amsakar mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi narasi negatif atau algoritma media sosial. Ia mengajak warga mengisi ruang digital dengan konten yang produktif, edukatif, serta menolak segala bentuk fitnah dan hoaks demi menjaga stabilitas Kota Batam. *Jel/red*
