Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Incar Pasar Global 2029, KKP Kirim Ribuan Ton Bibit Unggul ke Sidoarjo

Kamis | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T03:54:19Z
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resminya, Rabu (23/9). Foto: KKP

Laporaninformasi.com (Sidoaro) — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kolaborasi strategis dengan UNDP Indonesia guna mendongkrak produktivitas dan hilirisasi budi daya rumput laut Gracilaria di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini difokuskan pada rehabilitasi infrastruktur tambak, penyediaan bibit unggul berbasis teknologi spora, penguatan sarana pascapanen, hingga pembukaan keran investasi industri pengolahan.


Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu (Tebe), mengungkapkan bahwa komoditas Gracilaria memiliki prospek ekonomi yang sangat cerah. Terlebih lagi, permintaan rumput laut di pasar global diproyeksikan melonjak hingga mencapai 40–43 juta ton pada 2029 mendatang.


"Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, dengan volume produksi pada 2024 mencapai 9,8 juta ton. Dari angka tersebut, Gracilaria menyumbang sekitar 16,5 persen di 15 provinsi produsen utama," ujar Tebe dalam keterangan resminya, Rabu (23/9).


Di tingkat regional, produksi Gracilaria di Jawa Timur sendiri tercatat mencapai 31.947 ton. Uniknya, komoditas ini dikembangkan melalui sistem polikultur terpadu bersama ikan bandeng. Menurut Tebe, fokus pengembangan tidak boleh berhenti sekadar pada kuantitas hulu, melainkan harus terkonsentrasi pada penguatan hilirisasi.


"Hulu harus diperkuat, kemudian hilirisasinya juga perlu terus didorong agar muncul investasi dan industri pengolahan yang bisa memberikan nilai tambah lebih besar bagi pembudidaya," tegasnya.


Sebagai wujud nyata dukungan fiskal dan teknis, KKP telah menggelontorkan sejumlah bantuan langsung, di antaranya dua unit ekskavator untuk normalisasi dan perbaikan tambak, alokasi bibit Gracilaria unggul, benih bandeng, serta fasilitas pembiayaan.


Guna menjamin ketersediaan bibit secara mandiri dan berkelanjutan, KKP mengarahkan dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Pulau Jawa, yakni BPBAP Situbondo dan BBPBAP Jepara, untuk menguasai dan mengembangkan teknologi pembibitan berbasis spora. Selama ini, teknik pembenihan modern tersebut sukses diterapkan oleh Balai Perikanan Budi Daya Air Payau Takalar.


"Tahun ini telah dikirimkan sekitar 2 ton bibit Gracilaria hasil teknologi spora ke Sidoarjo. Harapannya bibit ini dapat terus dikembangkan dan diperbanyak sehingga pembudidaya memiliki sumber bibit berkualitas yang dekat dengan lokasi budi daya," kata Kepala Balai Perikanan Budi Daya Air Payau Takalar, Boyun Handoyo.


Sementara itu, Resident Representative UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menyambut baik sinergi lintas sektor ini. Ia menilai bahwa perbaikan tata kelola bibit, optimalisasi proses panen, dan penguatan industri pengolahan merupakan kunci utama dalam mendongkrak kesejahteraan pembudidaya lokal.


Lebih lanjut, Sara menekankan pentingnya pelibatan aktif sektor swasta dan investor untuk mendampingi koperasi dalam melakukan diversifikasi produk bernilai tambah tinggi, sekaligus memperluas jangkauan ekspor rumput laut Indonesia ke kancah global.


"Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, dan Sidoarjo sangat relevan dalam potensi besar tersebut. Selanjutnya, hilirisasi perlu diperkuat agar rumput laut dapat menghasilkan lebih banyak produk dan nilai tambah di dalam negeri," pungkas Sara. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update