Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gandeng Mitra Dunia Usaha, Sekjen Kemnaker Ingatkan Proses Rekrutmen Tak Dipungut Biaya

Rabu | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T06:21:19Z
Penandatanganan Kesepahaman Bersama yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur PT PKSS Sadmiadi di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Foto: Kemnaker

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memperkuat kolaborasi bersama PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) guna memperluas akses kesempatan kerja sekaligus mendongkrak kompetensi pencari kerja di tanah air.


Sinergi strategis ini ditandai melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur PT PKSS Sadmiadi di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Kerja sama ini difokuskan untuk menyelaraskan kualifikasi kebutuhan industri dengan kesiapan calon tenaga kerja sejak tahap awal.


Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dunia usaha agar proses penempatan tenaga kerja berlangsung efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


“Kita ingin kerja sama ini tidak berhenti pada proses rekrutmen, tetapi juga memastikan pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, ada titik temu antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan tenaga kerja,” ujar Cris di Jakarta.


Cris mengungkapkan, sinergi antara PKSS dan Pusat Pasar Kerja (Pasker) Kemnaker selama ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya pada pelaksanaan kegiatan walking interview. Tingginya partisipasi publik dinilai mencerminkan perlunya saluran rekrutmen yang jelas dan tepercaya.


Kendati demikian, ia mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi modus penipuan yang mengatasnamakan Kemnaker maupun pejabat kementerian.


“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Kemnaker kemudian meminta sejumlah uang dalam proses rekrutmen atau pemagangan, masyarakat harus waspada. Proses resmi tidak meminta imbalan dalam bentuk apa pun,” tegas Cris.


Selain membuka akses lowongan, kerja sama ini dirancang untuk mengatasi masalah kesenjangan keterampilan (skill gap). Bagi pelamar yang belum lolos kualifikasi awal, Kemnaker menyiapkan jaringan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di berbagai daerah untuk menggembleng kompetensi mereka.


Pembinaan tidak hanya berfokus pada keahlian teknis, tetapi juga mencakup kesiapan adaptif seperti penyusunan CV profesional hingga simulasi wawancara kerja.


“Kita tidak ingin pencari kerja yang belum lolos seleksi kemudian berhenti begitu saja. Mereka harus diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga pada kesempatan berikutnya memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima bekerja,” pungkasnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update