Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) bergerak cepat mengakselerasi potensi subsektor film, animasi, video, dan musik sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi strategis bersama platform streaming regional VIU.
Menteri Ekraf/Kepala Bekraf, Teuku Riefky Harsya, menerima langsung audiensi manajemen VIU di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem konten digital sekaligus pengembangan kapasitas talenta kreatif lokal agar mampu bersaing di panggung internasional.
Teuku Riefky menegaskan bahwa subsektor media visual dan musik kini memegang peranan vital dalam struktur ekonomi kreatif Indonesia.
“Sekarang, subsektor film, animasi, dan video termasuk musik menjadi the new mining dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Secara nilai ekonomi, subsektor tersebut juga menjadi prioritas yang pertumbuhannya sangat cepat,” ujar Teuku Riefky di Jakarta.
Ia menambahkan, keterlibatan platform digital seperti VIU dipandang sebagai langkah tepat untuk mendukung pencapaian empat Indikator Kinerja Utama (Key Performance Index/KPI) Kementerian Ekraf.
Kemitraan dengan VIU dirancang tidak hanya berfokus pada ranah produksi dan distribusi konten semata, melainkan menyasar peningkatan kapasitas pegiat ekraf di daerah. Bentuk konkret yang disiapkan meliputi penyelenggaraan bootcamp, pendampingan teknis, hingga kurasi karya agar relevan dengan kebutuhan industri global.
Langkah ini juga diselaraskan dengan tiga program unggulan (flagship) Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Kreatif Hub, dan Creative by Indonesia.
“Tentu we are ready to become strategic partner. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperluas kolaborasi seperti melalui bootcamp, pendampingan, dan kurasi. So, we are looking for local heroes go national and national champion go global,” tutur Menkraf.
Dalam kesempatan tersebut, pihak VIU turut memaparkan komitmennya untuk mengangkat kekayaan destinasi dan budaya Indonesia melalui program VIU Co.Lab. Program reality show ini dirancang untuk mempertemukan kreator berbakat dari berbagai daerah guna mengasah kemampuan storytelling di bawah bimbingan profesional.
Country Manager VIU Indonesia, Avijit Dutta, menyambut positif ruang kolaborasi yang dibuka oleh pemerintah.
“We love to be a partner to bring some of these elements to life. Kami sangat terbuka untuk menjadikan kolaborasi ini nyata. Inilah tujuan kami membangun IP yang dapat menghubungkan talenta internasional dengan kekayaan destinasi dan budaya Indonesia,” tegas Avijit.
Dalam audiensi tersebut, Menkraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Renanda Bachtar, Direktur Televisi dan Radio Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Gemintang Kejora Mallarangeng. Sementara dari pihak VIU hadir Advisor VIU Ilham Habibie dan Head of Marketing VIU Domas Bathoro. *Jel/red*
