Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bantu Warga dan Pelaku Usaha, Pemko Tanjungpinang Jual Ayam Potong Rp35 Ribu di Pasar Murah

Senin | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T05:12:01Z
Pemko dan APUB menggelar operasi pasar murah khusus komoditas ayam potong, Minggu (27/9/2026). Foto: Kominfo Tjpinang

Laporaninformasi.com (Tanjungpinang)  — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang bergerak cepat meredam beban pengeluaran warga akibat lonjakan harga bahan pokok dengan menggandeng Asosiasi Peternak Unggas Bintan (APUB). Mereka menggelar operasi pasar murah khusus komoditas ayam potong di Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Kilometer 9, Tanjungpinang, Minggu (27/9/2026).


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan bahwa langkah intervensi pasar ini diambil setelah harga ayam potong di pasaran melonjak naik hingga kisaran Rp42.000 sampai Rp43.000 per kilogram. Melalui operasi pasar ini, warga dapat membeli ayam potong segar dengan harga jauh lebih terjangkau, yakni Rp35.000 per kilogram.


“Selisih harga dengan pasar itu lumayan sekitar Rp7 ribu, di pasar harganya sekitar Rp42 ribu sampai Rp43 ribu,” ujar Riany.


Menurutnya, kenaikan harga ini tidak hanya memberatkan masyarakat rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan bahan baku usahanya pada komoditas ayam potong. “Ini sangat berpengaruh kepada masyarakat dan pelaku usaha yang komoditas produknya itu dari ayam potong,” ucapnya.


Antusiasme masyarakat tergolong sangat tinggi. Warga bahkan tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi dan mengantre sebelum kegiatan resmi dibuka.


Pada hari pertama pelaksanaan, panitia menyediakan sebanyak 500 kilogram ayam potong. Namun, tingginya animo membuat seluruh persediaan tersebut ludes terjual hanya dalam waktu singkat, yakni pada pukul 08.30 WIB—jauh lebih cepat dari jadwal semula yang direncanakan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.


Akibat cepat habisnya stok, masih ada sejumlah warga yang datang terlambat dan belum kebagian. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua APUB, James, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemko Tanjungpinang langsung merespons dengan menambah pasokan.


“Untuk hari ini sekitar 500 kg, setengah ton lebih... masa panennya lebih kurang 30 sampai 35 hari,” ujar James. Mengingat tingginya permintaan di lapangan, APUB dan pemerintah sepakat memperpanjang pelaksanaan operasi pasar murah selama dua hari ke depan, yakni Senin hingga Selasa (28–29/9/2026).


Kehadiran pasar murah ini disambut penuh syukur oleh warga. Liza (36), warga Batu 7, mengaku sangat terbantu lantaran selisih harga yang ditawarkan cukup besar di tengah kondisi ekonomi saat ini. Informasi mengenai pasar murah ini ia peroleh melalui pesan berantai di grup WhatsApp warga setempat.


“Pasar Rp41 ribu sampai Rp42 ribu, ini Rp35 ribu, jadi jauh lebih murah,” kata Liza. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Sangat terbantu sekali, katanya besok masih ada lagi, syukur kali loh,” pungkasnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update