Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Amsakar Achmad Buka Ruang Promosi UMKM Batam di Pelabuhan hingga Bandara

Rabu | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T03:26:02Z
Amsakar saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026). Foto: Kominfobatam

Laporaninformasi.com (Batam) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus membukakan jalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar yang lebih luas. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi promosi produk lokal di berbagai lokasi strategis guna mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat daya saing.


Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026). Dalam kesempatan itu, Amsakar bersama Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dan pelaku UMKM terbaik dari tingkat kecamatan hingga kota.


Amsakar menilai, pemberdayaan UMKM merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.


“Kami dan Ibu Li Claudia (Wakil Wali Kota Batam) sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata,” ujar Amsakar.


Ia menambahkan, geliat sektor pariwisata yang terus meningkat—tercermin dari realisasi pajak hotel dan restoran pada semester pertama—harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM.


Sebagai langkah nyata, Pemko Batam terus menambah ruang promosi. Setelah mengoperasikan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang, pemerintah merencanakan fasilitas serupa di Gedung DPRD Kota Batam serta menjajaki titik pemasaran di Bandara Internasional Hang Nadim.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa proses pemilihan produk unggulan telah bergulir sejak April 2026. Sebanyak 180 produk dari 12 kecamatan—mencakup kategori makanan, minuman, kerajinan, hingga desain—telah diinventarisasi.


Seluruh produk menjalani kurasi ketat oleh tim independen yang melibatkan BPOM, asosiasi industri, dan pelaku industri kreatif. Penilaian mengacu pada 10 kriteria utama, di antaranya kualitas, keunikan, inovasi, kemasan, legalitas, kontinuitas produksi, dan daya saing pasar.


“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk lokal dan memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” tutur Salim.


Meski mengapresiasi pelaksanaan acara yang berjalan profesional, Amsakar memberi catatan evaluasi agar kegiatan serupa di tahun mendatang dapat digelar di lokasi tertutup (indoor) demi kenyamanan para peserta. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update