Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seskab Teddy Tinjau Airbus A400M, Pastikan Logistik Gempa NTT Langsung Tersalurkan ke Warga

Rabu | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T01:35:25Z
Sebanyak 65 ton logistik diterbangkan menggunakan lima pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Pemerintah kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan skala besar untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 65 ton logistik diterbangkan menggunakan lima pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026) tepat pukul 04.00 WIB.


Proses pelepasan armada udara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, serta Dangrup 1 Angkut TNI AU Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma.


Sebelum pesawat lepas landas, Seskab bersama Menso dan rombongan meninjau langsung kesiapan kargo di dalam badan pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001.


“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” ujar Teddy di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (19/8/2026).


Teddy menjelaskan, pengiriman logistik melalui jalur udara telah bergulir secara masif sejak hari pertama penanganan bencana. Dengan tambahan pengiriman hari ini, akumulasi bantuan yang berhasil diterbangkan ke lokasi bencana telah mencapai 253 ton. Logistik yang dikirimkan mencakup kebutuhan mendesak para pengungsi, mulai dari makanan, minuman, tenda darurat, hingga pasokan perlengkapan medis.


Untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan efisien, pemerintah telah membagi zona penyaluran melalui dua posko komando utama di Pulau Flores: Posko Labuan Bajo Memfokuskan jangkauan distribusi ke wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, Posko Maumere Memfokuskan penyaluran bantuan menuju Sikka, Ende, Nagekeo, dan titik terdampak sekitarnya.


Pemerintah mengerahkan moda transportasi udara berupa helikopter dan pesawat Cassa untuk menjangkau area terisolasi. Selain jalur udara, dukungan logistik didorong melalui jalur laut mengandalkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL serta satu kapal rumah sakit yang disiagakan di perairan terdampak. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum mengonfirmasi bahwa akses jalur darat antarwilayah di Flores sudah kembali dapat dilintasi kendaraan sejak hari kedua pascagempa.


Guna mempercepat proses evakuasi dan pembagian logistik, kekuatan personel keamanan di lapangan juga ditingkatkan secara signifikan. Hingga Rabu pagi, tercatat hampir 10.000 personel gabungan TNI dan Polri ditugaskan di seluruh penjuru Pulau Flores, yang terdiri dari personel lokal dan pasukan perbantuan dari luar daerah.


Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memantau pergerakan bantuan secara real-time agar seluruh barang pasokan langsung diterima oleh warga, tanpa tertahan di gudang posko.


Di akhir keterangannya, Teddy mengapresiasi dedikasi seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanggulangan bencana ini. "Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, warga, dan relawan yang turut membantu. Mari kita doakan bersama agar penanganan bencana ini berjalan lancar dan warga terdampak bisa segera pulih," pungkasnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update