Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Mamuju Tengah Incar Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 Usai Lahan 8,8 Hektare Tersertifikasi

Selasa | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T03:15:02Z
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, secara resmi menyerahkan sertifikat tanah seluas 8,85 hektare kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menunjukkan kesiapannya mendukung program penanganan kemiskinan berbasis pendidikan. Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, secara resmi menyerahkan sertifikat tanah seluas 8,85 hektare kepada Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (24/8/2026).


Sertifikat tersebut menjadi bukti keabsahan lahan di Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mamuju Tengah. Penyerahan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari relokasi lahan sebelumnya yang dinilai kurang layak.


"Sertifikatnya baru terbit tanggal 19 Agustus kemarin, jadi sekarang langsung kami bawa ke Kemensos sebagai bentuk tindak lanjut," ujar Arsal Aras usai menyerahkan berkas.


Wamensos Agus Jabo Priyono menyambut positif kesiapan Pemkab Mamuju Tengah. Ia berharap proses verifikasi berjalan lancar agar Mamuju Tengah dapat terakomodasi dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.


"Kami berharap tahun ini Mamuju Tengah bisa mengikuti pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3. Ini penting agar anak-anak kita di sana, khususnya dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, bisa secepatnya mendapatkan pendidikan yang layak," tegas Agus Jabo.


Ia menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui edukasi sejak dini.


"Pendidikan adalah instrumen penting. Seperti yang diharapkan Bapak Presiden, Sekolah Rakyat ini disiapkan lewat gotong royong agar kemiskinan bisa segera diatasi dan kita menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur," lanjutnya.


Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab tantangan besarnya jumlah anak dari keluarga tidak mampu yang belum mengenyam bangku sekolah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat jutaan anak dari keluarga miskin yang membutuhkan akses pendidikan dasar.


Saat ini, kapasitas Sekolah Rakyat nasional baru menampung sekitar 43.000 siswa. Untuk memperluas daya jangkau, pemerintah meningkatkan target daya tampung dari semula 1.000 siswa per sekolah menjadi hingga 2.500 siswa per sekolah.


Dengan diserahkannya sertifikat lahan tersebut, Pemkab Mamuju Tengah bersama Kemensos kini memfokuskan persiapan pada tahapan verifikasi teknis agar konstruksi fisik dapat segera dimulai. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update