Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kawal Aspirasi Mahasiswa Secara Humanis, Personel Polda Metro Juga Pakai Pita Hitam Solidaritas NTT

Rabu | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T01:27:02Z
Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengawal 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Foto: Divhumaspolri

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Mengedepankan pendekatan humanis, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengawal 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi publik berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga.


Berdasarkan data kepolisian, dari total 47 agenda tersebut, sebanyak 31 di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum dan 16 lainnya merupakan kegiatan masyarakat. Pengerahan kekuatan difokuskan pada titik-titik krusial di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.


Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebutkan bahwa seluruh personel telah mengikuti apel kesiapan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada pukul 08.00 WIB.


“Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan. Kehadiran TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertujuan memberikan rasa aman agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik,” kata Budi Hermanto.


Untuk mengamankan situasi, sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan dengan rincian: Polda Metro Jaya 5.670 personel, BKO Mabes Polri 1.850 personel, TNI 1.500 personel dan Polres Jajaran 222 personel.


Budi mengingatkan bahwa meski hak menyampaikan pendapat dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, massa aksi tetap terikat kewajiban Pasal 6 untuk menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat umum lainnya.


Guna menjaga kelancaran mobilitas warga di sekitar titik konsentrasi massa—seperti kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Bundaran HI—pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.


Di tengah tugas pengamanan, seluruh personel Polda Metro Jaya tampak mengenakan pita hitam di lengan kiri. Budi menjelaskan, penyematan pita hitam tersebut merupakan bentuk empati dan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).


“Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan lancar,” tutur Budi. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update