Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Genjot Produktivitas Perusahaan, Kemnaker Terjunkan Puluhan Spesialis dan Peserta Magang

Senin | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T04:09:02Z
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, penguatan kompetensi tenaga kerja tidak akan memberikan dampak optimal jika tidak diimbangi dengan perbaikan tata kelola, Jakarta, Minggu (23/8/2026). Foto: Kemnaker

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersiap mengawal 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan dalam program perbaikan sistem serta proses kerja. Pendampingan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.


Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya pemerintah untuk mendongkrak produktivitas industri, memperkuat daya saing ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja di Indonesia.


Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, penguatan kompetensi tenaga kerja tidak akan memberikan dampak optimal jika tidak diimbangi dengan perbaikan tata kelola operasional perusahaan secara mendasar.


“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran resmi di Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Guna memastikan efektivitas perbaikan, Kemnaker menerapkan metode company-based productivity improvement. Pendekatan ini dirancang khusus sesuai dengan kondisi dan tantangan individual tiap perusahaan.


Pelaksanaan di lapangan bakal mengerahkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, serta 20 peserta pemagangan nasional.


Rangkaian intervensi dimulai dari pengukuran baseline dan diagnosis akar masalah, dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi, implementasi perbaikan, hingga tahap evaluasi dampak. Area pembenahan mencakup efisiensi proses kerja, peningkatan kualitas layanan, pemangkasan pemborosan (waste), digitalisasi, hingga optimalisasi sumber daya manusia.


Menaker menambahkan, pelibatan peserta pemagangan nasional dalam program ini menjadi sarana belajar langsung dari dunia kerja nyata. Para peserta magang diajak memahami bahwa efisiensi dan nilai tambah adalah inti dari setiap pekerjaan.


“Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Yassierli.


Program percontohan ini diharapkan dapat melahirkan model pendampingan produktivitas yang sistematis, terukur, dan terintegrasi, sehingga siap direplikasi secara lebih luas di berbagai sektor industri demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update