Laporaninformasi.com (Surabaya) — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) siap memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan memperkuat daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Kepastian tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Menkeu menegaskan bahwa Kementerian Keuangan memegang peran sentral dalam menjaga ketersediaan anggaran agar program strategis ini berjalan optimal, khususnya dalam membuka kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," kata Menkeu Purbaya saat menyapa dan memberi motivasi kepada para siswa di lokasi.
Purbaya menyampaikan, investasi di sektor pendidikan merupakan langkah jangka panjang pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui mobilitas sosial, sekaligus menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," lanjutnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare dengan nilai kontrak mencapai Rp227,37 miliar. Kawasan pendidikan ini mengusung konsep terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi, lengkap dengan fasilitas asrama untuk pembentukan karakter siswa.
Secara akumulatif di Jawa Timur, nilai kontrak pembangunan Sekolah Rakyat tercatat sebesar Rp3,52 triliun dengan total pagu anggaran mencapai Rp3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran fisik pembangunan fasilitas tersebut telah menyerap angka Rp3,21 triliun. *Jel/red*
