Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inflasi Kepri Tembus 4,24 Persen, Pemprov dan BI Operasikan Pasar Murah Keliling "Tanjak Indah"

Selasa | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T02:32:28Z
Gubernur Ansar Ahmad menegaskan, kondisi geografis Kepri yang terdiri atas ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga rantai pasok pangan, Senin (3/8/2026). Foto: Diskominfotjpinang

Laporaninformasi.com (Dompak) — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (3/8/2026). Rapat koordinasi strategis ini digelar untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat pengawasan distribusi logistik dan menstabilkan harga bahan pokok di wilayah kepulauan.


Langkah ini dilakukan mengingat inflasi di Provinsi Kepri berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) periode terakhir masih berada pada level 4,24 persen. Angka tersebut masih berada di atas target sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen.


Gubernur Ansar Ahmad menegaskan, kondisi geografis Kepri yang terdiri atas ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga rantai pasok pangan, mengingat Kepri bukan merupakan daerah produsen utama komoditas pokok.


"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memberikan manfaat optimal apabila inflasi tidak dapat dikendalikan karena kenaikan harga akan menggerus daya beli masyarakat. Kita harus memperkuat komunikasi dan sinergi TPID untuk mengidentifikasi serta menangani faktor penyebab inflasi secara cepat dan tepat," ujar Ansar.


Sebagai aksi nyata pengendalian harga pangan, acara tersebut diwarnai penyerahan bantuan hibah dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri kepada Pemerintah Provinsi Kepri. Bantuan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera ini meliputi armada pasar murah keliling "Tanjak Indah" (Tanggap Jaga Kestabilan Inflasi Daerah), demplot cabai merah Program GEMARI 2026 untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), serta sarana budidaya pertanian dan perikanan.


Ansar meminta perangkat daerah terkait segera memanfaatkan armada mobil "Tanjak Indah" secara optimal untuk menggelar operasi pasar murah secara langsung ke pemukiman warga.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Kepri tahun 2026 sebenarnya masih berkinerja positif dengan ditopang investasi, industri, serta melonjaknya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).


Namun, Rony memberikan catatan bahwa tingginya kunjungan wisman—khususnya di Kota Batam—turut mengerek lonjakan permintaan komoditas pangan di pasar-pasar tradisional yang memberi tekanan pada inflasi daerah.


"Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program intervensi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus melandai dan kembali berada pada target sasaran nasional," pungkas Rony. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update