Laporaninformasi.com (Makassar) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026). Hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menag menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan estetika bacaan Al-Qur'an, melainkan momentum penting untuk menguatkan watak dan etika birokrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam arahannya, Menag menyampaikan pesan mendalam terkait peran strategis nilai-nilai Al-Qur'an dalam membentuk integritas para abdi negara. Menurutnya, pemahaman Al-Qur'an harus bertransformasi menjadi pengabdian nyata dalam pelayanan publik.
"MTQ ini tidak boleh sekadar dipandang sebagai perlombaan estetika tilawah, hafalan, kaligrafi, atau wawasan keislaman semata, tapi juga sarana menguatkan watak dan etika ASN," tegas Nasaruddin Umar di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Menag mengutip Surah An-Nisa ayat 58 yang menekankan pentingnya menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menegakkan keadilan. Landasan tersebut dinilainya sangat relevan dengan dinamika birokrasi saat ini.
"Jabatan harus dimaknai sebagai amanah, bukan kemuliaan pribadi. Kewenangan sebagai sarana melayani, bukan alat menguasai. Kebijakan publik harus senantiasa menghadirkan keadilan, terutama bagi kelompok rentan yang sering tidak memiliki suara," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah tingginya ekspektasi masyarakat, ASN berada di garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik. Satu tindakan pelayanan yang ramah dapat memperkuat legitimasi negara, sebaliknya penyalahgunaan wewenang akan melukai rasa keadilan masyarakat.
Menteri Agama mendorong agar nilai-nilai Al-Qur'an benar-benar terinternalisasi dan diimplementasikan dalam setiap aspek kerja ASN. Hal itu mencakup: Pelayanan Publik Interaksi langsung dengan masyarakat yang adil dan tanpa diskriminasi, Tata Kelola Pemerintahan Pengambilan keputusan strategis serta proses penyusunan anggaran yang transparan dan Fasilitas Negara Penggunaan aset negara secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan MTQ VIII Korpri ini, Menag berharap akan lahir birokrasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moralitas tinggi demi mewujudkan pelayanan yang rahmatan lil 'alamin. *Jel/red*
