Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Adopsi Best Practice Surabaya, Pemko Batam Pangkas Alur Layanan Publik

Selasa | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T12:24:20Z
Bimtek yang menghadirkan praktik terbaik dari Pemkot Surabaya ini menjadi momentum berharga bagi jajaran Pemko Batam, Selasa (4/8/2026). Foto: Diskominfobatam

Laporaninformasi.com (Batam) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus diwujudkan secara nyata melalui pelayanan publik yang semakin cepat, sederhana, dan memberikan kemudahan penuh kepada masyarakat.


Penegasan tersebut disampaikan Firmansyah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Standar Pelayanan dan Standard Operating Procedure (SOP) melalui pemanfaatan Best Practice Pemerintah Kota Surabaya, yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Selasa (4/8/2026).


Dalam arahannya, Firmansyah meminta seluruh perangkat daerah agar tidak menjadikan Standar Pelayanan dan SOP sekadar dokumen administratif formalitas di atas kertas, melainkan sebagai instrumen nyata perbaikan kualitas pelayanan.


"Batam terus berkembang pesat sebagai pusat investasi, industri, perdagangan, dan jasa. Karena Batam bergerak cepat, birokrasi juga harus bergerak dengan kecepatan yang sama. SOP harus mampu menyederhanakan proses, memangkas tahapan yang tidak diperlukan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, jelas, dan pasti," tegas Firmansyah.


Ia menilai, pelaksanaan Bimtek yang menghadirkan praktik terbaik dari Pemkot Surabaya ini menjadi momentum berharga bagi jajaran Pemko Batam untuk memperkaya wawasan sekaligus mengevaluasi total sistem pelayanan yang berjalan selama ini. Namun, ia mengingatkan agar setiap inovasi daerah lain tetap diadaptasi sesuai karakteristik dan kebutuhan Kota Batam.


"Kita belajar dari praktik terbaik, kemudian mengadaptasikannya sesuai kebutuhan Batam. Targetnya bukan hanya menghasilkan SOP yang baik di atas kertas, tetapi membangun sistem pelayanan yang benar-benar berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut, Firmansyah menyampaikan bahwa arah transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra berfokus pada terwujudnya tata kelola pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.


Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara digitalisasi dan penyederhanaan proses kerja. Menurutnya, penggunaan teknologi informasi harus mampu memotong durasi layanan dan mengeliminasi proses yang tidak efisien, bukan sekadar memindahkan alur manual ke dalam sistem digital.


"Ukuran keberhasilan kita sederhana. Masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan, alurnya jelas, waktunya pasti, dan penyelesaiannya semakin cepat. Itulah wajah birokrasi modern yang terus kita bangun di Kota Batam," pungkasnya.*Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update