Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gandeng Komnas Perempuan hingga Pakar Forensik, Polri Pertajam Penanganan Love Scamming

Selasa | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T12:30:32Z
Divisi Humas Polri menghadirkan jajaran narasumber dari pelbagai lintas disiplin, mulai dari Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, hingga psikolog forensik, Selasa (4/8/2026). Foto: Divhumaspolri

Laporaninformasi.com (Jakarta)  – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat memperkuat kapasitas jajaran penyidiknya dalam menghadapi ancaman kejahatan digital yang kian kompleks. Langkah antisipatif tersebut diwujudkan melalui gelaran Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” yang berlangsung secara hybrid di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).


Agenda strategis yang diinisiasi oleh Divisi Humas Polri ini dirancang khusus untuk meningkatkan wawasan, pemahaman, dan kompetensi teknis personel kepolisian terhadap kejahatan love scamming (penipuan berkedok asmara) yang terus berevolusi seiring pesatnya perkembangan teknologi.


Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divhumas Polri, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, menjelaskan bahwa dinamika kejahatan di ruang siber membutuhkan kesiapan yang matang dan penanganan terpadu, tidak hanya dari kepolisian tetapi juga seluruh pemangku kepentingan.


“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” kata Hadi.


Ia menambahkan, forum ini difokuskan sebagai ruang edukasi dan pemetaan strategi agar para penyidik Polri di lapangan dapat bertindak lebih adaptif, responsif, dan profesional saat mengusut berbagai perkara kejahatan siber.


“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik-penyidik Polri, baik pengetahuan maupun wawasan dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” tegasnya.


Guna memberikan pemahaman yang menyeluruh, Divisi Humas Polri menghadirkan jajaran narasumber dari pelbagai lintas disiplin, mulai dari Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, hingga psikolog forensik. Kolaborasi ini dihadirkan untuk menyelaraskan aspek penegakan hukum, pemenuhan hak dan perlindungan korban, serta pendekatan penanganan dari sisi psikologis.


Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel di seluruh wilayah dalam meredam maraknya penipuan digital, sekaligus menciptakan ekosistem ruang siber yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.*Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update