Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Treasure Bay Bintan Bakal Ekspansi Bangun Marina dan Hotel Baru, Pemprov Kepri Jamin Kemudahan Izin

Kamis | Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T01:21:29Z
Pertemuan ini membahas rencana ekspansi dan keberlanjutan proyek kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer Landmarks Berhad Group, Mark Wee Liang Yee, Rabu (15/7/2026). Foto: Diskominfokepri

Laporaninformasi.com (Tanjungpinang) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mempertegas komitmennya untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Langkah ini dinilai strategis dalam membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepri.


Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat menerima kunjungan kerja dari jajaran direksi Landmarks Berhad Group di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu (15/7/2026). Pertemuan ini membahas rencana ekspansi dan keberlanjutan proyek kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan yang dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Landmarks Berhad Group, Mark Wee Liang Yee.


Dalam audiensi tersebut, Gubernur Ansar menyatakan dukungan penuhnya terhadap kelanjutan investasi global ini demi memperkuat daya saing pariwisata daerah di kancah internasional.


"Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendukung penuh rencana keberlanjutan pembangunan kawasan Treasure Bay Bintan. Investasi seperti ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah," ujar Ansar Ahmad.


Sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah, Ansar memastikan Pemprov Kepri akan memberikan kemudahan dalam proses perizinan yang berada di bawah wewenang daerah. Tak hanya itu, pihak pemprov juga siap menjembatani dan memfasilitasi koordinasi jika terdapat kendala perizinan di tingkat pemerintah pusat.


"Silakan siapkan seluruh persyaratan administrasinya. Untuk perizinan yang menjadi kewenangan daerah akan kami bantu percepat, sedangkan yang menjadi kewenangan pusat akan kami fasilitasi koordinasinya," tegas Gubernur.


Merespons usulan Mark Wee terkait penguatan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Bintan dan Karimun, Ansar menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan para investor guna memperjuangkan pengembangan kawasan perdagangan bebas tersebut ke pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara regulator dan pelaku usaha adalah kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif.


Sementara itu, CEO Landmarks Berhad Group, Mark Wee Liang Yee, memaparkan bahwa saat ini Treasure Bay Bintan telah berdiri di atas lahan seluas 338 hektare. Kawasan ini telah memiliki daya tarik global berkat Crystal Lagoon—laguna buatan seluas 6,3 hektare yang diakui sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara—serta akomodasi ternama seperti The ANMON Resort Bintan dan Natra Bintan.


Menatap masa depan, Landmarks Berhad Group telah menyiapkan masterplan pengembangan baru yang mencakup pembangunan kawasan marina, city town, dormitory, perhotelan, hingga The Ring Hotel.


Selain infrastruktur fisik, perusahaan juga tengah mengupayakan agar kawasan Lagoi, Bintan, dapat diintegrasikan ke dalam peta pengembangan Singapore–Johor Special Economic Zone (SEZ). Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak konektivitas regional dan menjaring arus investasi internasional secara berkelanjutan.


"Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut sehingga seluruh rencana pengembangan ini dapat terealisasi dengan baik," pungkas Mark Wee.


Pertemuan penting ini juga turut dihadiri oleh jajaran pejabat teras Pemprov Kepri, antara lain Kepala DPMPTSP Provinsi Kepri Hasfarizal Handra, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan, Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri Rodi Yantari, serta Staf Ahli Gubernur Kepri. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update