Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tingkatkan Nilai Tambah BBL, DPR Apresiasi Terobosan Budidaya Lobster KKP di Batam

Senin | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T11:09:33Z
Program Modeling Budidaya Lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Balai Perikanan Budidaya Laut  Batam, Minggu (26/7/2026). Foto: Kemenkkp

Laporaninformasi.com (Batam) – Program Modeling Budidaya Lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, menunjukkan peningkatan produktivitas yang menjanjikan. Percontohan budidaya modern tersebut diproyeksikan siap melakukan panen kembali pada September 2026 mendatang.


Keberhasilan proyek ini menuai pujian dari Komisi IV DPR RI yang meninjau langsung fasilitas pendederan hingga Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan seluas tiga hektare tersebut. Selain berhasil membesarkan Benih Bening Lobster (BBL), program ini dinilai sukses menghidupkan perekonomian warga pesisir melalui usaha budidaya kerang sebagai pakan utama lobster.


Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, mengapresiasi KKP yang mampu membuktikan bahwa pembesaran lobster dari fase benih dapat terwujud dengan dukungan teknologi dan manajemen pakan yang presisi.


"Hal yang juga harus terus diperkuat adalah ketersediaan pakan. Di sini sudah ada kerja sama dengan masyarakat melalui budidaya kerang sebagai sumber pakan lobster," kata Dadang dalam siaran resmi KKP, Minggu (26/7/2026).


Senada, Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, menilai keberhasilan di Batam memperlihatkan lonjakan nilai tambah ekonomi BBL dari sekadar benih tangkapan menjadi produk konsumsi bernilai tinggi untuk pasar ekspor.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa modeling di Batam dirancang sebagai acuan penerapan teknologi yang siap direplikasi di berbagai daerah potensial di Indonesia.


Fasilitas di BPBL Batam saat ini diperkuat dengan unit nursery, cold room, serta 116 unit KJA ukuran L dan 56 unit KJA ukuran M. Lobster yang dipelihara sejak Oktober tahun lalu pada KJA ukuran L kini rata-rata telah mencapai bobot 150–200 gram per ekor, dengan target produktivitas 40 kg per lubang KJA.


"Kita ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih, tetapi dibesarkan menjadi lobster bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi Ekonomi Biru untuk memperkuat produksi perikanan nasional," tegas pria yang akrab disapa Tebe tersebut.


Selain lobster, BPBL Batam juga mengembangkan komoditas bawal bintang dan kakap putih berkualitas premium. Seluruh produk dipastikan memenuhi standar Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) serta Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) guna menyuplai kebutuhan pasar lokal maupun momen hari besar seperti Imlek. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update