Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Potret Toleransi Indonesia: 120 Tokoh Katolik Asia Kunjungi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Senin | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T04:51:49Z
Uskup yang mewakili 22 Konferensi Waligereja serta yurisdiksi gerejawi anggota Federation of Asian Bishops' Conferences mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Kemenag

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Sebanyak 120 kardinal dan uskup yang mewakili 22 Konferensi Waligereja serta yurisdiksi gerejawi anggota Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Minggu (26/7/2026). Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian Sidang Pleno FABC 2026 sekaligus bentuk apresiasi terhadap praktik baik toleransi antarumat beragama di Indonesia.


Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyambut langsung kedatangan delegasi pemimpin gereja Katolik se-Asia tersebut. Dalam keterangannya, Menag menegaskan bahwa Masjid Istiqlal berfungsi sebagai ruang terbuka untuk pendidikan, dialog, dan penguatan moderasi beragama.


"Jika berjalan dari arah masjid, kita mendengar suara bedug. Dari arah katedral terdengar lonceng gereja. Namun ketika berada di tengah terowongan, kedua suara itu dapat didengar bersamaan. Di situlah makna Indonesia, perbedaan tidak saling meniadakan, tetapi hidup berdampingan dalam harmoni," ujar Menag Nasaruddin Umar.


Selain mengenalkan fungsi Terowongan Silaturahmi, Menag juga memaparkan komitmen Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal dalam mencetak generasi ulama masa depan berperspektif moderat, termasuk penguatan kaderisasi ulama perempuan.


Sementara itu, Presiden FABC Kardinal Filipe Neri Ferrão menyampaikan kekaguman dan apresiasinya atas komitmen Indonesia dalam merawat keberagaman secara konkret. Kunjungan ini mengingatkan kembali pada momen bersejarah penandatanganan Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Nasaruddin Umar.


"Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar melihat sebuah bangunan, tetapi mengalami secara langsung bagaimana jembatan persaudaraan dibangun. Momen ini memperbarui komitmen kami bahwa jembatan dialog tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum internasional, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata," tutur Kardinal Ferrão. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update