Laporaninformasi.com (Tanjungpinang) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara resmi melepas dua putra-putri terbaik daerah yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (13/7/2026).
Kedua pelajar berprestasi tersebut adalah Muhammad Salman Farisi dari SMAN 1 Tanjungpinang dan Raudah Mabrura dari SMAN 1 Bintan Utara. Keduanya bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan nasional setelah berhasil menyisihkan puluhan kandidat lainnya.
Dalam arahannya, Gubernur Ansar memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi, niat, dan kedisiplinan kedua siswa hingga mampu melenggang ke tingkat nasional membawa nama baik Kepri.
"Dengan niat, semangat, serta disiplin dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi, akhirnya terpilihlah putra dan putri yang hebat untuk mewakili Provinsi Kepri," ujar Ansar Ahmad.
Gubernur berharap momentum emas ini dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh kedua utusan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama masa karantina. Ia menargetkan perwakilan Kepri mampu menembus formasi utama saat upacara kemerdekaan nanti.
"Mudah-mudahan nanti kalian bisa menjadi tim inti yang bertugas membawa bendera pusaka. Jaga baik nama Provinsi Kepulauan Riau," pesan Gubernur.
Selain fokus pada latihan baris-berbaris, Ansar juga menitipkan misi kebudayaan kepada Salman dan Raudah. Ia meminta keduanya aktif memperkenalkan potensi pariwisata dan sejarah Kepulauan Riau kepada rekan-rekan sesama Paskibraka dari seluruh penjuru Indonesia.
"Perkenalkanlah Kepulauan Riau kepada teman-teman dari seluruh Indonesia. Ceritakan bahwa kita memiliki Pulau Penyengat yang kaya akan sejarah dan budaya, sehingga mereka tertarik untuk berkunjung ke daerah kita," pintanya.
Di tempat yang sama, dilaporkan bahwa proses pembentukan Paskibraka Tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2026 ini sebelumnya telah bergulir pada 5–7 Mei lalu. Seleksi ketat tersebut diikuti oleh 50 peserta terbaik yang merupakan perwakilan dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri.
Para peserta wajib melewati serangkaian parameter penilaian yang komprehensif, mulai dari Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan fisik, peraturan baris-berbaris (PBB), kesamaptaan jasmani, hingga psikotes.
Acara pelepasan ini turut disaksikan langsung oleh orang tua peserta, kepala sekolah, serta guru pendamping. Sebagai simbolis pelepasan, Gubernur Ansar menyematkan jaket dan topi kepada kedua calon Paskibraka Nasional tersebut. *Jel/red*
