Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kunjungi WAIC 2026 Shanghai, Menko Airlangga Jajaki Kemitraan Robotika dan AI untuk Industri Nasional

Minggu | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T03:53:14Z
Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (WAICO) serta pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC), Shanghai, 19 juli 2026. Foto: Kemenkoperekonomian

Laporaninformasi.com (Shanghai) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan benchmarking dan serangkaian pertemuan strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka di Shanghai, Tiongkok. Langkah taktis ini diambil guna mempercepat transfer teknologi robotika dan kecerdasan buatan (AI) demi memperkuat kemandirian industri nasional.


Rangkaian peninjauan tersebut dilakukan di sela-sela agenda deklarasi pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (WAICO) serta pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026.


Dalam kunjungan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Konsul Jenderal RI Shanghai Berlianto Situngkir.


Menko Airlangga menegaskan bahwa langkah ini merupakan keberlanjutan dari peta jalan "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan sejak 2018. Kini, fokus pemerintah adalah mengintegrasikan teknologi digital dan robotika dengan AI, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.


“Indonesia harus mampu menguasai teknologi tersebut dengan mengintegrasikannya bersama kecerdasan buatan (AI). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk secara konsisten membangkitkan kemandirian teknologi maju,” ujar Airlangga.


Saat menyambangi stan Unitree Robotics—raksasa teknologi yang menguasai 70% pangsa pasar robot berkaki empat (quadruped) dunia—Airlangga menyaksikan langsung demonstrasi robot humanoid yang dirancang untuk inspeksi industri hingga riset AI global.


Delegasi Indonesia juga meninjau Deep Robotics, perusahaan yang berspesialisasi pada robot untuk tanggap darurat dan operasi berisiko tinggi. Inovasi robotika cerdas ini dinilai sangat kontekstual dengan kebutuhan domestik, terutama dalam: Meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional di sektor pertambangan, minyak dan gas (migas), serta ketenagalistrikan nasional, Memperkuat kapasitas tanggap bencana di daerah terpencil yang sulit dijangkau dan Mendorong hilirisasi dan rantai pasok melalui potensi perakitan serta kemitraan sistem integrasi dengan perusahaan lokal.


Rangkaian kunjungan diakhiri dengan meninjau China Information and Communication Technologies Group (CICT) bersama anak usahanya, FiberHome. Sebagai BUMN Tiongkok berskala global, FiberHome telah lama menjadi mitra penyedia perangkat telekomunikasi dan jaringan serat optik di Indonesia.


Ke depan, pemerintah membuka ruang kolaborasi investasi yang lebih luas bersama CICT-FiberHome, khususnya untuk pengembangan pusat data (data center) serta pembangunan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya.


Melalui langkah konkret di Shanghai ini, Indonesia mempertegas posisinya sebagai negara pendiri (Founding State) WAICO. Kemitraan investasi dan transfer teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi digital dan menjadikan Indonesia sebagai pemain teknologi yang disegani di kancah global. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update