Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenkes Bakal Sebar 40 Robot Bedah ke RS Pemerintah, Biayanya Diupayakan Cover BPJS

Selasa | Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T11:31:15Z
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan pencapaian hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, sekaligus peluncuran kolaborasi strategis antara Kemenkes, RS Bunda, dan Institut Teknologi Bandung, Senin (27/7/2026). Foto: Kemenkes

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan langkah agresif untuk mempercepat transformasi teknologi kesehatan nasional melalui pengembangan layanan bedah robotik. Selain menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah, Kemenkes juga mengkaji skema pembiayaan agar tindakan medis berteknologi tinggi ini dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.


Langkah strategis tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan pencapaian hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, sekaligus peluncuran kolaborasi strategis antara Kemenkes, RS Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (27/7/2026).


Menkes Budi menegaskan bahwa adopsi teknologi bedah robotik di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, hingga Vietnam.


"Robotik adalah tren global. Teknologi ini memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi pasien, operasi lebih presisi, nyeri lebih ringan, dan masa rawat lebih singkat. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, berkualitas, dan biayanya semakin terjangkau," kata Menkes Budi.


Sebagai bentuk keseriusan, Kemenkes telah membentuk Komite Robotik khusus yang bertugas merumuskan kebijakan nasional, standar pelayanan, hingga strategi efisiensi biaya. Di saat yang sama, Kemenkes tengah mengevaluasi pembiayaan tindakan bedah robotik agar kelak dapat masuk dalam cakupan layanan BPJS Kesehatan.


Guna memeratakan kompetensi tenaga medis, Kemenkes melatih dokter bedah di 514 kabupaten dan kota melalui program nasional bedah minimal invasif (laparoskopi). Pelatihan ini menjadi fondasi awal sebelum para dokter beralih ke teknologi robotik.


"Kita ingin semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi bedah minimal invasif dan robotik. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki kelompok tertentu atau hanya tersedia di kota-kota besar," ujar Budi.


Pengembangan bedah robotik ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem Artificial Intelligence (AI) kesehatan di Indonesia. Seluruh data tindakan bedah robotik nasional nantinya diintegrasikan dengan data kependudukan, klinis, dan genomik untuk membentuk augmented intelligence yang membantu presisi keputusan dokter.


Di sektor industri, pemerintah mewajibkan adanya transfer teknologi pada setiap pengadaan unit robot bedah, khususnya untuk produksi komponen habis pakai (consumables) di dalam negeri. Skema ini diyakini mampu menekan biaya operasional sekaligus mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.


Sinergi ini mendapat sambutan positif dari dunia akademis dan swasta. Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyatakan kesiapan akademisi dalam melakukan riset biomedis dan robotika. Sementara itu, Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk dr. Ivan Rizal Sini menegaskan komitmen RS Bunda untuk menjadi pusat pelatihan dan berbagi ilmu bagi para dokter dari berbagai pelosok daerah. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update