Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelar Forum Bisnis di Seoul, Indonesia Bidik Investasi Korea di Sektor Teknologi Tinggi

Rabu | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T00:51:58Z
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul menggelar Indonesia–Korea Business Forum 2026 bertajuk "Investing in Indonesia: Advancing Strategic Industrial Partnerships" di Fairmont Ambassador Hotel, Seoul, Senin (27/7/2026). Foto: Kemenlu

Laporaninformasi.com (Seoul) — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul menggelar Indonesia–Korea Business Forum 2026 bertajuk "Investing in Indonesia: Advancing Strategic Industrial Partnerships" di Fairmont Ambassador Hotel, Seoul, Senin (27/7/2026). Forum ini menjadi langkah konkret memperkuat kemitraan ekonomi strategis dan menjaring investasi berkualitas dari Negeri Ginseng.


Dihadiri sekitar 30 perusahaan dan asosiasi industri terkemuka Korea Selatan, forum ini membedah peluang investasi, kesiapan infrastruktur, hingga skema pembiayaan guna mempercepat implementasi Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP) serta Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).


Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan, menepis kekhawatiran pelaku usaha global terkait arah reformasi kebijakan ekonomi Indonesia saat ini. Ia menegaskan bahwa penataan regulasi di tanah air bukan bentuk proteksionisme.


"Arah kebijakan tersebut bukanlah untuk menutup diri atau menuju nasionalisasi. Tujuannya adalah membangun iklim investasi yang semakin adil, transparan, kompetitif, dan memberikan kepastian yang lebih baik bagi seluruh pelaku usaha," ujar Dubes Cecep dalam sambutan pembukaannya.


Di tengah gejolak dan ketidakpastian ekonomi global, Dubes Cecep justru menilai saat ini adalah momentum paling tepat bagi investor Korea untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Langkah awal ini diyakini akan menempatkan investor pada posisi yang menguntungkan saat perekonomian dunia pulih.


Optimisme tersebut didukung oleh realisasi kerja sama teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta capaian kesepakatan bisnis senilai USD 10,2 miliar dari kunjungan Presiden RI ke Seoul pada April lalu.


Pemerintah Indonesia secara khusus mengundang partisipasi investor Korea pada sektor manufaktur masa depan. Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi Kemlu RI, Daniel Tumpal Simanjuntak, menyoroti realisasi Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia tahun 2025 yang mencapai USD 21,4 miliar.


Daniel mengajak industri Korea masuk ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi, mulai dari semikonduktor, manufaktur maju, industri galangan kapal, hingga teknologi energi bersih seperti Small Modular Reactor (SMR) atau energi nuklir modular skala kecil.


Gayung bersambut, Direktur Jenderal Urusan ASEAN Kemlu Korea, Lee Dong-gy, menyambut positif perluasan kerja sama kedua negara yang kini telah merambah ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle), energi bersih, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).


Berdasarkan data KBRI Seoul, tren realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia menunjukkan sinyal positif. Pada periode 2021–2025, total investasi Korea tercatat mencapai USD 11,45 miliar. Angka ini didorong oleh ekspansi raksasa industri seperti Hyundai Motor Group, POSCO, Lotte Chemical, KCC Glass, CJ Group, SK Group, hingga LX International.


Untuk mendukung kemudahan bertransaksi, forum ini juga memaparkan insentif perizinan dari BKPM, skema transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) oleh Bank Indonesia, serta kesiapan infrastruktur kawasan industri seperti i-Sentra Industrial Park dan PT Eastern Logistics.


"Kami tidak hanya menawarkan sebuah pasar. Kami menawarkan kemitraan untuk membangun industri masa depan. Indonesia siap tumbuh bersama Korea," pungkas Dubes Cecep. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update