Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejar Status ‘Green Card’, Kemenpar Matangkan Persiapan Revalidasi Geopark Belitong

Senin | Juli 06, 2026 WIB Last Updated 2026-07-06T12:01:19Z
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan arahan di Hotel Sheraton Belitung, Minggu (5/7/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Belitung) — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meminta seluruh pengelola kawasan dan pemangku kepentingan untuk bergerak cepat mempersiapkan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp). Proses revalidasi krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.


Langkah agresif ini diambil demi mengembalikan status kartu hijau (Green Card) Belitong, setelah pada revalidasi pertama Juli 2024 lalu, kawasan ini sempat mendapatkan kartu kuning (Yellow Card) dari tim asesor UNESCO beserta lima rekomendasi dan empat saran perbaikan.


“Saya berharap pertemuan hari ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi UNESCO, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Menpar Widiyanti saat memberikan arahan di Hotel Sheraton Belitung, Minggu (5/7/2026).


Menpar menegaskan bahwa tindak lanjut dari evaluasi UNESCO tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau menjadi dokumen administratif belaka. Menurutnya, diperlukan kerja nyata yang berdampak langsung di lapangan.


Kementerian Pariwisata mencatat sedikitnya ada lima aspek utama yang wajib diperkuat secara paralel, yakni: Kelembagaan dan Anggaran Penguatan tata kelola badan pengelola geopark dan kepastian dukungan anggaran, Infrastruktur Informasi Pemasangan rambu di geosite prioritas dan pembuatan papan informasi dua bahasa (bilingual) dengan material yang tahan cuaca ekstrem, Narasi Wisata (Storytelling) Penguatan konten edukasi agar kekayaan geologi, budaya, dan alam di 24 geosite dapat dipahami utuh oleh wisatawan, Digitalisasi dan Edukasi Pembaruan situs web resmi, integrasi peringatan dini cuaca dari BMKG, serta keberlanjutan program Geopark Goes to School, Kesiapan Komunitas Mempersiapkan masyarakat lokal di sekitar geosite, mengingat asesor UNESCO kerap melakukan diskusi langsung dengan warga setempat saat penilaian.


Kawasan Belitong UGGp sendiri memiliki arti penting bagi pariwisata nasional. Ditetapkan sejak April 2021, kawasan ini membentang seluas 4.800 kilometer persegi wilayah daratan dan 13.000 kilometer persegi wilayah laut, yang tersebar di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.


Merespons arahan tersebut, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyatakan komitmen penuhnya untuk bergotong-royong bersama seluruh elemen masyarakat demi memulihkan status Belitong di mata dunia.


“Ini adalah PR kita untuk bekerja keras, untuk bersama-sama mengembalikan geopark ini menjadi hijau kembali,” tegas Djoni.


Di sisi lain, Djoni juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menpar Widiyanti atas dukungan pusat dalam membuka kembali keran penerbangan internasional langsung menuju Belitung. Aksesibilitas ini dinilai menjadi angin segar bagi konektivitas dan pemulihan ekonomi kreatif di Negeri Laskar Pelangi tersebut.


Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Menpar Widiyanti didampingi jajaran pejabat eselon I dan II Kemenpar juga menyempatkan diri meninjau langsung kesiapan di lapangan, di antaranya ke Geosite Bukit Peramun di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, serta Belitong Geopark Information Center. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update