Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dihadiri 2.000 Warga, Penutupan Gawai Dayak Sanggau Berjalan Aman Dibawah Kawalan 100 Personel Polres

Sabtu | Juli 11, 2026 WIB Last Updated 2026-07-11T00:08:24Z
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Sanggau memadati lokasi untuk menyaksikan penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026). Foto: Divhumaspolri

Laporaninformasi.com (Sanggau) — Perayaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 resmi ditutup dalam suasana khidmat dan meriah di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026) malam.


Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Sanggau memadati lokasi untuk menyaksikan penutupan pesta adat tahunan ini. Acara tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus momentum mempererat persaudaraan masyarakat adat Dayak.


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini dihadiri sekitar 2.000 peserta, termasuk Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Henki, perwakilan Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan BUMN, BUMD, dan perbankan.


Dalam sambutannya, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat tahunan, melainkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehidupan, hasil usaha, serta kebersamaan yang terjaga.


"Gawai juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap mengenal jati diri, menghormati adat istiadat, serta mencintai warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus globalisasi," ujar Yohanes Ontot.


Selain berpesan tentang pelestarian budaya, Bupati Sanggau juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mengimbau warga dan pelaku usaha memberikan data yang jujur dan lengkap kepada petugas demi pembangunan daerah yang berbasis data.


Kesuksesan dan ketertiban agenda budaya terbesar di Kabupaten Sanggau ini tidak lepas dari pengamanan ketat aparat kepolisian. Polres Sanggau menerjunkan 100 personel gabungan dari Polres Sanggau, Polsek Kapuas, Polsek Parindu, Polsek Bonti, dan Polsubsektor Mukok.


Kapolres Sanggau yang diwakili oleh Kabag Ops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., memimpin langsung pengendalian pengamanan di titik-titik strategis, seperti pintu masuk Rumah Betang, area parkir, hingga pengaturan arus lalu lintas.


"Kami mengedepankan pola pengamanan yang humanis, preventif, dan responsif. Sinergi antara Polri, TNI, panitia, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar," kata AKP PSC Kusuma Wibawa.


Ia menambahkan bahwa Polres Sanggau berkomitmen penuh mendukung berbagai agenda adat dan budaya masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerah.


Rangkaian prosesi adat dan hiburan rakyat ini berakhir pada pukul 00.00 WIB dengan situasi yang aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas menonjol. Selain menjadi ruang pelestarian tradisi, festival tahunan ini juga terbukti memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM lokal di Kabupaten Sanggau. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update