Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Beralih dari Manufaktur, Batam Bidik Investasi Data Center dan Teknologi

Selasa | Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T11:15:46Z
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, Selasa (28/7/2026). Foto: Diskominfobatam

Laporaninformasi.com (Batam) — Kota Batam secara bertahap mulai menggeser fokus ekonominya dari kawasan industri manufaktur konvensional menuju pusat investasi teknologi informasi dan data center. Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat transformasi ini melalui penyediaan infrastruktur mendasar serta kemudahan perizinan bagi para investor.


Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, Selasa (28/7/2026).


"Apa yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan mampu meningkatkan daya saing investasi. Kolaborasi seperti ini penting agar Batam semakin kokoh sebagai lokomotif investasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Amsakar.


Amsakar menjelaskan, pergeseran tren investasi ini menuntut kesiapan infrastruktur vital, terutama pasokan energi dan air bersih yang menjadi urat nadi industri teknologi tinggi. Untuk itu, Pemko Batam bersama BP Batam terus berkoordinasi guna memastikan kesiapan sektor-sektor pendukung tersebut.


"Data center dapat berkembang di Batam sepanjang kebutuhan listrik dan air bersih terpenuhi. Penandatanganan PJBTL hari ini menunjukkan kesiapan pasokan listrik, sementara Pemerintah Kota Batam akan terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi para investor," tegasnya.


Lokasi Batam yang strategis di Selat Malaka serta berbatasan langsung dengan Singapura menjadi nilai tawar utama. Daya tarik ini kian kuat dengan masuknya rencana investasi bernilai tinggi, seperti kemitraan Firmus Technologies asal Australia bersama Nvidia untuk membangun fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I tahun 2027.


Kesiapan Batam menjadi hub teknologi modern juga didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam saat ini telah menyentuh angka 83,8—tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus menembus jajaran lima besar di Pulau Sumatra.


Di sisi lain, fondasi ekonomi daerah masih sangat solid. Sektor manufaktur konvensional tetap menjadi penopang utama dengan menyumbang 52 hingga 56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam, serta berkontribusi sebesar 62 hingga 68 persen bagi perekonomian Kepulauan Riau secara keseluruhan.


Menutup pernyataannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga suasana daerah tetap aman dan kondusif demi merawat iklim investasi.


"Berbagai capaian ini menunjukkan arah pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Mari kita satukan tekad dan memperkuat kolaborasi agar Batam semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera," pungkasnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update