Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Menag Nasaruddin Umar Minta PTKI Jadi Oase Spiritual di Era Post-Truth

Kamis | Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T07:32:41Z

 

Menteri Agama meresmikan Institut Agama Islam (IAI) Al-Irsyad Jakarta. Foto: Kemenag

Laporaninformasi.com (Jakarta)— Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, secara resmi meresmikan Institut Agama Islam (IAI) Al-Irsyad Jakarta. Dalam momen bersejarah tersebut, Menag menekankan pentingnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk bertransformasi menjadi pusat pencerahan yang mampu menjawab tantangan masyarakat perkotaan dan dinamika era post-truth.


Dalam orasinya, Menag Nasaruddin Umar menyoroti realitas sosial masa kini di mana kebenaran menjadi hal yang bias akibat derasnya arus informasi.


"Kita berada pada suatu situasi yang biasa kita sebut dengan post-truth. Ketika kebenaran itu tidak semudah lagi kita wujudkan (seperti) pada masa-masa yang lampau," ujar Menag di Jakarta.


Menurutnya, media sosial telah mengubah opini dan persepsi publik dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tantangan pendidikan Islam saat ini tidak lagi sekadar mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, melainkan membentuk generasi yang mampu menjaga kebenaran di tengah distorsi informasi.


Menag mengingatkan bahwa esensi pendidikan Islam memiliki kekhasan yang tidak dimiliki sistem pendidikan barat, yaitu adanya keseimbangan antara rasionalitas, spiritualitas, dan akhlak. Kampus Islam, tegasnya, tidak boleh hanya bertumpu pada deduksi akal.


"Pendidikan tinggi Islam perlu menghadirkan proses pembelajaran yang menghidupkan tradisi tafakkur, tadzakkur, penghayatan, dan pembentukan karakter. Dengan begitu, kampus menjadi ruang pengembangan ilmu sekaligus pembinaan kepribadian," jelasnya.


Secara khusus, Menag meminta civitas akademika IAI Al-Irsyad Jakarta untuk peka terhadap dinamika masyarakat metropolitan. Ia berharap kampus ini mampu menjadi penyejuk di tengah padatnya kehidupan ibu kota.


"Saya mohon betul kepada para dosen, mari kita menjadikan IAI Al-Irsyad ini oase spiritual di tengah kegersangan Kota Metropolitan Jakarta," pinta Menag.


Selaras dengan arti nama "Al-Irsyad" yang bermakna petunjuk, bimbingan, dan pencerahan, Menag menantang jajaran pengurus yayasan dan rektorat untuk terus memperluas visi kelembagaannya. Menag menegaskan bahwa cakupan keilmuan Islam sangat luas dan universal, sehingga institusi ini harus berani bermimpi besar.


"Al-Irsyad jangan berhenti hanya sampai di tingkat institut. Harus menjadi universitas," tegas Menag disambut tepuk tangan hadirin.


Hadirnya IAI Al-Irsyad Jakarta diharapkan menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang tidak hanya melahirkan lulusan berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan komitmen nyata bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update