Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjadi Contoh Nasional: Di Batam, May Day Tidak Melulu Tentang Suara Keras, Tapi Aksi Nyata

Jumat | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T09:15:54Z

Wali Kota Batam melepas kendaraan pengangkut sampah di depan gedung Pemko, Jumat (1/5/2026). Foto : MCB

LaporanInformasi.Com [BATAM] - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Batam tahun ini terasa lain dari biasanya. Tak ada orasi keras membentak pengeras suara, juga tak ada konvoi kendaraan yang memacetkan jalan. Yang terdengar justru gelak tawa dan suara gotong royong saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra melepas armada pengangkut sampah dari Dataran Engku Putri, Jumat pagi.


Kegiatan diawali dengan agenda "Batam Bersih: Pekerja Peduli Lingkungan" yang diinisiasi DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau. Pelepasan puluhan truk sampah itu menjadi simbol kepedulian buruh terhadap lingkungan.


Suasana kemudian berlanjut ke kawasan Welcome to Batam (WTB) yang diselenggarakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di tempat itu, Amsakar menyampaikan sambutan di hadapan ratusan buruh yang memadati lokasi.


"Ini yang membuat saya bangga. Buruh Batam tidak sekadar turun ke jalan, tapi turun ke got," begitu kira-kira nada yang ingin disampaikan Amsakar saat berbicara di hadapan para pekerja.


Lebih lanjut, dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada para buruh di Batam yang dinilai konsisten menjaga stabilitas daerah melalui pendekatan yang konstruktif.


"Serikat pekerja dan para aktivis buruh di Batam merupakan mitra strategis pemerintah. Setiap peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif, seperti penanaman mangrove dan aksi peduli lingkungan. Ini menunjukkan buruh Batam cerdas dan mengedepankan sinergi," ujarnya.


Amsakar menegaskan, berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penetapan Upah Minimum Kota (UMK), selalu ditempuh melalui pendekatan yang mengakomodasi kepentingan pekerja dan pengusaha.


Menurutnya, keputusan UMK terakhir merupakan salah satu yang paling kondusif, termasuk keberhasilan dalam menetapkan upah sektoral melalui proses dialog yang melibatkan berbagai pihak.


Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama masa kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra, antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan realisasi investasi, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, serta penurunan tingkat pengangguran.


Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat tantangan, terutama tingginya arus migrasi ke Batam. Saat ini, Batam termasuk dalam lima besar kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, bersama Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.


"Serapan tenaga kerja mencapai 63,4 persen. Namun, tingginya arus masuk penduduk membuat angka pengangguran belum turun secara signifikan," jelasnya.


Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen buruh untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta mendukung iklim investasi di Batam.


"Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh. Semoga peringatan May Day di Batam dapat menjadi contoh nasional, di mana buruh mengedepankan kolaborasi dibandingkan aksi yang kontraproduktif," katanya.


Peringatan yang biasanya diwarnai ketegangan ini pun berakhir tanpa insiden. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Riau dan Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan serikat pekerja se-Kota Batam.


Bahkan, beberapa pekerja sempat diajak Li Claudia Chandra berfoto bersama di depan truk sampah pertama yang dilepas pagi tadi.


"Peringatan May Day di Batam tahun ini lain dari biasanya. Para buruh bekerja bakti, bukan demo. Itu yang kita butuhkan," begitu kesan yang tertangkap dari pernyataan Li Claudia di sela acara. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update