Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Indonesia dan Filipina Perkuat Kemitraan Strategis Melalui JCBC ke-8

Kamis | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T15:31:10Z

 

foto : istimewa/kemenlu ri

LAPORANINFORMASI.COM [JAKARTA] -- Menteri Luar Negeri Sugiono memimpin Pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) bersama Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam hubungan bilateral sekaligus memperkuat koordinasi kawasan, terutama dalam kapasitas Filipina sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

 

Diskusi difokuskan pada kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi kedua negara, mencakup pengelolaan perbatasan, keamanan maritim, perdagangan, investasi, energi, hingga isu kekonsuleran.


Salah satu fokus utama adalah penguatan kolaborasi di sektor energi dan mineral kritis. Kedua negara sepakat mendorong kemajuan melalui Indonesia-Philippines Critical Minerals Partnership dan pembentukan Nickel Alliance guna memperkokoh rantai pasok global serta pengembangan industri hilir.

 

“Sebagai dua produsen nikel terbesar dunia, Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama membangun rantai pasok global yang lebih kuat dan tangguh,” tegas Menlu.


Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. Terkait situasi di Timur Tengah, mereka menyoroti urgensi mencegah eskalasi konflik, mengingat dampaknya langsung terhadap keamanan energi global dan kelancaran jalur perdagangan, termasuk melalui Selat Hormuz.

 

Menlu Sugiono menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut tidak akan tercapai tanpa penyelesaian yang adil bagi Palestina. “Setiap eskalasi akan berdampak langsung pada kita semua. Oleh karena itu, de-eskalasi dan keadilan bagi Palestina harus terus menjadi prioritas,” ujarnya.


Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Asia Tenggara. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai USD 12,02 miliar. Negara ini juga menjadi pasar ekspor batu bara terbesar Indonesia di kawasan, sekaligus mitra strategis dalam penguatan ketahanan energi.

 

Melalui mekanisme JCBC, kedua negara terus memastikan adanya langkah-langkah konkret dan arah baru yang saling menguntungkan, demi mewujudkan kemitraan strategis yang semakin kokoh dan berkelanjutan. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update