LaporanInformasi.Com [BATAM]-- Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, secara resmi melepas Calon Jemaah Haji (CJH) kloter pertama Embarkasi Batam periode 1447 H/2026 M. Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Arafah II Asrama Haji Kota Batam, Rabu (22/4).
Dalam kesempatan tersebut, Ansar menegaskan bahwa ibadah haji merupakan puncak ibadah dan rukun Islam yang sangat dinantikan oleh setiap umat Muslim. Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat Kepri yang begitu besar untuk menunaikan ibadah suci tersebut.
“Ibadah haji adalah perjalanan rohani yang luar biasa. Ini adalah kebanggaan bagi kami melihat antusiasme masyarakat Kepri yang begitu besar untuk menunaikan rukun Islam kelima ini,” ujar Ansar kepada awak media usai acara.
Tahun ini, Embarkasi Batam kembali menjadi pintu gerbang strategis yang menampung jemaah dari empat provinsi, meliputi Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
Secara total, terdapat 10.945 jemaah yang akan diberangkatkan dari Batam yang terbagi ke dalam 25 kloter menggunakan armada Saudia Airlines menuju Tanah Suci. Jumlah ini merupakan bagian dari kuota nasional Indonesia yang mencapai sekitar 221 ribu orang.
Kloter perdana yang dilepas hari ini berasal dari wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan rincian: Kabupaten Lingga 27 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, Kota Tanjungpinang 145 orang, dan Kota Batam 145 orang, serta didampingi empat orang petugas.
Sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Batam, Ansar mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi jemaah, terutama kondisi cuaca yang ekstrem di Arab Saudi serta kondisi fisik jemaah yang didominasi oleh lansia.
“Tantangan kita tahun ini cukup besar, mulai dari cuaca ekstrem hingga kondisi fisik selama perjalanan panjang. Saya minta seluruh jemaah saling menjaga, peduli, dan tidak ragu meminta bantuan petugas,” tegasnya.
Untuk menjamin kenyamanan, pihak penyelenggara telah mengoptimalkan berbagai fasilitas. Mulai dari penerapan program “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”, hingga layanan One Stop Service yang mempercepat proses administrasi, kesehatan, hingga distribusi dokumen dan dana.
“Tidak ada satu pun tamu Allah yang boleh kita layani dengan setengah hati. Jemaah lansia menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelayanan. Tim medis dan pembimbing juga siap mendampingi 24 jam,” tambahnya.
Di akhir sambutan, orang nomor satu di Kepri ini berpesan agar para jemaah tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga menjaga kesehatan dan nama baik daerah serta bangsa.
“Panjatkan doa terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk bangsa Indonesia dan Provinsi Kepulauan Riau. Semoga seluruh jemaah kembali dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutupnya.
Hadir mendampingi dalam acara tersebut, perwakilan Kementerian Haji dan Umroh, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumala Sari, mantan Gubernur Nurdin Basirun, para anggota DPRD, kepala kanwil, serta kepala daerah lingkup Provinsi Kepulauan Riau. *Den/Red*