LaporanInformasi.Com [Jakarta] - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa masih terdapat ruang yang sangat luas bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Pasalnya, fasilitas pinjaman yang sudah disetujui namun belum ditarik nasabah (undisbursed loan) masih tercatat sangat tinggi.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam Policy Dialogue rangkaian Kick-off PINISI 2026 yang di gelar Jakarta, Senin (27/4) kemarin, menyampaikan bahwa nilai undisbursed loan mencapai Rp2.527,46 triliun per Maret 2026.
Jumlah itu setara dengan 22,59 persen dari total plafon kredit yang disediakan perbankan.
"Ini menunjukkan masih ada ruang lebar untuk mendorong pembiayaan, terutama ke sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas," ujar Destry dalam forum yang dihadiri kementerian/lembaga, perbankan, investor domestik, hingga investor global tersebut.
Menurut Destry, BI terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong bank agar menyalurkan kredit ke sektor prioritas Pemerintah serta mempercepat penurunan suku bunga kredit.
Optimisme BI didukung oleh kondisi likuiditas perbankan yang dinilai masih memadai. Per Maret 2026, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) terjaga di angka 27,85 persen. Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai 13,55 persen secara tahunan (year on year).
Sebagai informasi, rangkaian Kick-off PINISI 2026 berlangsung selama dua hari, 27–28 April 2026. Selain Policy Dialogue yang mempertemukan kebijakan dengan dunia usaha, kegiatan ini juga menghadirkan showcasing dan business matching program prioritas Pemerintah dan perbankan.
Melalui langkah ini, BI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat intermediasi dan mendorong investasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.*red*