Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lirik Potensi Nusa Penida, Kemensos Boyong Program Pemberdayaan Ekonomi ke Klungkung

Jumat | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T02:09:43Z
Pertemuan audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Klungkung I Made Satria di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bergerak cepat merespons potensi ekonomi dan kebutuhan pelayanan sosial di Kabupaten Klungkung, Bali. Langkah ini dibahas dalam pertemuan audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Klungkung I Made Satria di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (10/9/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Klungkung memaparkan potensi besar sektor pariwisata, pertanian lahan kering, hingga budidaya rumput laut—khususnya di kawasan kepulauan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Meski memiliki modal alam yang kuat, pertumbuhan ekonomi daerah diakui belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat kurang mampu.


"Kami memiliki potensi, tapi belum tergarap dengan baik. Melihat kondisi sosial di Kabupaten Klungkung, kami sangat membutuhkan perhatian khusus dan ingin menyinergikan program-program yang ada," ujar Bupati Klungkung I Made Satria.


Menanggapi pemaparan tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menawarkan solusi strategis melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini dirancang khusus untuk mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial.


"Yang bisa diusulkan untuk Klungkung pertama mungkin PPSE. Kita bantu masyarakat untuk keluar dari bansos. Bagi keluarga yang memenuhi kriteria, akan diberikan dukungan modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga, seperti usaha peternakan, perikanan, atau kegiatan produktif lainnya," tutur Agus Jabo.


Guna merealisasikan hal itu, Kemensos meminta Pemkab Klungkung melalui Dinas Sosial setempat untuk segera memetakan warga yang siap didampingi bersama tim PKH di lapangan. Tercatat sepanjang tahun 2025 saja, Kemensos telah menyalurkan berbagai bansos di Klungkung senilai Rp48,82 miliar kepada 15.745 KPM.


Selain fokus pada kemandirian ekonomi, pembahasan juga menyentuh aspek kebencanaan dan pendidikan. Mengingat Klungkung merupakan wilayah kepulauan yang juga kerap menjadi area penyangga bencana—seperti pengungsian erupsi Gunung Agung—Kemensos menawarkan pembentukan Kampung Siaga Bencana yang dilengkapi lumbung sosial.


Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, menyambut positif tawaran tersebut mengingat pengalaman daerahnya yang aktif menampung pengungsi saat erupsi Gunung Agung terjadi.


Tak hanya itu, Kemensos dan Pemkab Klungkung juga mematangkan wacana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Klungkung. Pihak Pemkab menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan demi mendukung percepatan akses pendidikan bagi masyarakat miskin di daerah tersebut. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update