Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jelang Asian Games 2026 Nagoya, Dubes Jepang Gelar Jamuan Kebersamaan untuk Kontingen Indonesia

Rabu | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T02:55:16Z
Acara makan malam dan ramah tamah yang diselenggarakan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, di Jakarta, Selasa (8/9). Foto: Kemenpora

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Pemerintah Indonesia terus mempererat hubungan diplomasi dan kerja sama strategis di bidang kepemudaan serta olahraga dengan Pemerintah Jepang. Salah satu langkah konkrit yang ditawarkan Indonesia adalah promosi dan pengembangan olahraga bela diri tradisional Pencak Silat di Negeri Sakura.


Penawaran tersebut mengemuka dalam acara makan malam dan ramah tamah yang diselenggarakan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, di Jakarta, Selasa (8/9). Agenda ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan tim Indonesia yang bakal bertanding pada ajang Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.


Turut hadir dalam acara kebersamaan yang berlangsung 11 hari menjelang pembukaan Asian Games 2026 tersebut, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kesiapan Jepang sebagai tuan rumah.


Menurut Erick, rekam jejak Jepang dalam menyelenggarakan berbagai agenda olahraga tingkat dunia—seperti dua kali menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan tiga kali Asian Games—menjadi bukti nyata profesionalisme serta kesiapan negara tersebut.


"Ini membuktikan memang Jepang sudah ahlinya jadi tuan rumah. Belum lagi masyarakat Jepang yang terkenal sopan, rajin, dan ramah, sehingga budaya Jepang menjadi budaya yang sangat diterima di seluruh dunia. Tentu bangsa Indonesia perlu banyak belajar dari hal ini," ujar Erick Thohir.


Selain menawarkan kerja sama pengembangan Pencak Silat, komite olahraga kedua negara—melalui National Olympic Committee (NOC) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)—juga aktif mendiskusikan pertukaran teknis serta pembinaan cabang olahraga Anggar dan Senam.


Erick menambahkan bahwa jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Jepang saat ini sudah mendekati angka 280.000 jiwa. Populasi besar tersebut diharapkan mampu menjadi "duta bangsa" yang menyerap kultur positif setempat untuk dibawakan kembali ke Tanah Air.


"Kerja sama program kepemudaan dan keolahragaan harus terus ditingkatkan. Ini adalah hubungan diplomasi yang sangat berpengaruh langsung pada hubungan people-to-people atau antar masyarakat," tegas Erick.


Acara pelepasan dan kebersamaan ini juga dihadiri oleh Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, perwakilan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Yasin Onasi, jajaran pimpinan cabang olahraga, serta perwakilan perusahaan-perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update