Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Investasi Pariwisata Tembus Rp73 Triliun, Pemerintah Bidik 13 Destinasi Prioritas Baru

Sabtu | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T04:26:53Z
Kemenpar bersama KADIN Indonesia mendorong pemerataan investasi pariwisata ke luar Jakarta dan Bali, Jakarta, 11 September 2026. Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama KADIN Indonesia mendorong pemerataan investasi pariwisata ke luar Jakarta dan Bali. Langkah ini diambil untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.


Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, realisasi investasi pariwisata 2025 mencapai rekor Rp73,56 triliun. Namun, sebanyak 76,5 persen modal masih menumpuk di Jakarta dan Bali, dengan mayoritas berupa pembangunan hotel dan restoran.


"Kami saat ini melakukan diversifikasi investasi ke destinasi prioritas lain di luar Bali dan Jakarta," ujar Menpar Widiyanti dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta.


Pemerintah aktif mengajak investor menggarap 13 Destinasi Prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Sasaran investasi juga diperluas ke sektor infrastruktur penunjang seperti marina kapal pesiar dan atraksi wisata baru.


Untuk menarik minat modal asing dan swasta, pemerintah menyiapkan insentif berupa pemotongan pajak (tax allowance), insentif industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk peralatan wisata.


Peluang investasi di daerah kian terbuka seiring pergeseran tren wisatawan awal 2026: Danau Toba Kunjungan wisatawan naik drastis lebih dari 106%, Lombok–Gili Tramena Tumbuh 72,1%.Labuan Bajo Terus menunjukkan pertumbuhan positif dan siap menerima wisatawan, Sumatra Barat Mencatat 14,9 juta wisatawan nusantara (Januari–Juli 2026) dan menawarkan peluang investasi di Mentawai, Padang-Mandeh, serta Sawahlunto.


Duta Besar Singapura Kwok Fook Seng dan Duta Besar Italia Roberto Colaminè mendukung langkah ini dengan menekankan pentingnya konektivitas udara serta fasilitas pendukung seperti pos kesehatan dan hyperbaric chamber untuk wisata selam.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN James Riady menilai pariwisata adalah sektor strategis yang cepat menyerap tenaga kerja. Tantangan utama saat ini adalah mengubah potensi alam Indonesia menjadi jumlah kunjungan, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan yang nyata. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update