Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Buatan Guyur Kalbar dan Kalteng, Hotspot Karhutla di 4 Provinsi Prioritas Melandai

Rabu | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T07:27:06Z
"Kondisi karhutla di lapangan masih sangat dinamis. Setiap indikasi hotspot terus dikonfirmasi melalui groundcheck dan penanganan langsung," ujar perwakilan Kementerian Kehutanan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Kemenhut

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencatatkan penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Meski demikian, tim gabungan Kementerian Kehutanan terus memperketat pemadaman darat dan udara menyusul masih pekatnya sebaran asap di sejumlah wilayah.


Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, per Selasa (8/9/2026) pukul 21.10 WIB, jumlah hotspot high confidence secara nasional berada di angka 397 titik, atau naik tipis dari 386 titik pada hari sebelumnya.


Penurunan hotspot paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat yang menyusut dari 31 menjadi 12 titik. Sumatra Selatan juga mencatat penurunan dari 88 menjadi 76 titik, meski masih memegang angka hotspot tertinggi di Indonesia. Penurunan lain terjadi di Riau (8 titik) dan Jambi (3 titik).


Sebaliknya, lonjakan titik panas justru terpantau di Kalimantan Tengah yang naik dari 46 menjadi 63 titik, serta Kalimantan Selatan dari 4 menjadi 6 titik.


"Kondisi karhutla di lapangan masih sangat dinamis. Setiap indikasi hotspot terus dikonfirmasi melalui groundcheck dan penanganan langsung," ujar perwakilan Kementerian Kehutanan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).


Untuk menekan laju kebakaran, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar Kementerian Kehutanan mulai membuahkan hasil. Hujan buatan berhasil mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Selasa (8/9), yang membantu proses pembasahan lahan gambut.


Guna mendukung operasi ini, sebanyak 53 unit armada udara disiagakan di enam provinsi prioritas. Rinciannya, 19 unit dikerahkan untuk patroli udara dan OMC, sementara 34 unit lainnya difokuskan untuk operasi bom air (water bombing).


Di jalur darat, personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan dunia usaha terus melakukan pemadaman langsung, penyekatan api, hingga pendinginan (mopping up) bara bawah permukaan gambut agar api tak kembali menyala.


Meski hotspot melandai di beberapa daerah, kabut asap masih menyelimuti sejumlah kota besar di Sumatra dan Kalimantan. BMKG mencatat jarak pandang penerbangan (visibility) pada Selasa siang cukup terbatas, seperti di Pontianak dan Jambi yang hanya berkisar 3 kilometer. Sementara Pekanbaru tercatat 4 km, serta Palangka Raya dan Palembang berada di kisaran 5 km.


Secara umum, kualitas udara berbasis PM2,5 di wilayah terdampak berkisar antara kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan beberapa titik di Kalimantan menyentuh level berbahaya.


Kementerian Kehutanan mengimbau keras masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga di daerah terdampak asap juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memantau panduan kualitas udara secara berkala. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update