Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadiri KTT BRICS ke-18, Indonesia Suarakan Agenda Pembangunan Pasca-2030 dan Keadilan Digital

Senin | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T05:21:44Z
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Foto: Kemenkoekonomi

Laporaninformasi.com (Newdelhi) — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Dalam sesi terbuka bertema “Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”, Presiden menekankan pentingnya membangun ketahanan, inklusivitas, dan transformasi digital yang berkeadilan bagi negara-negara berkembang.


Sesi hari kedua ini tidak hanya dihadiri oleh anggota penuh BRICS, tetapi juga melibatkan Partner Countries, negara-negara Outreach, serta berbagai organisasi internasional untuk menyelaraskan arah pertumbuhan ekonomi global pasca-2030.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus menyatukan penanganan perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana dalam satu kerangka kebijakan yang solid.


Indonesia menyoroti tantangan nyata sebagai negara kepulauan, seperti ancaman kenaikan permukaan air laut (sea-level rise) yang mengintai kawasan pesisir, hingga pengalaman sejarah bencana Aceh yang membuktikan bahwa bencana dapat menggerus capaian pembangunan bertahun-tahun jika ketahanan masyarakat tidak dibangun secara matang.


Selain ketahanan, isu inklusivitas dan pemanfaatan teknologi digital menjadi sorotan utama delegasi Indonesia. Kemajuan teknologi dinilai harus mampu memperluas akses ekonomi bagi kelompok rentan tanpa memperlebar kesenjangan antarnegara.


“Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kita capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir di lokasi acara.


Mengingat batas waktu Sustainable Development Goals (SDGs) yang makin mendekati target 2030, Indonesia mendorong BRICS untuk mengambil peran strategis dalam merumuskan agenda pembangunan global pasca-2030 yang memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.


Dalam kunjungan kerja di India tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update