Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dikepung Asap Karhutla, Kelompok Sensitif di Tanjungpinang Diimbau Kurangi Aktivitas Luar

Selasa | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T04:47:04Z
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau Kepri diprakirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, Senin (14/9/2026). Foto: Kominfo Tjpinang

Laporaninformasi.com (Tanjungpinang) — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diprakirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rendahnya potensi hujan membuat ancaman paparan asap belum akan mereda dalam waktu dekat.


Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menjelaskan bahwa cuaca di Kepri saat ini didominasi cerah berawan. Kendati ada potensi presipitasi, intensitasnya dinilai belum cukup untuk meluruhkan partikel asap di udara.


"Kalau posisi prediksi kita memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan, itu pun baru kita memperkirakan," ujar Ahmad, Senin (14/9/2026).


Ahmad menambahkan, kepungan asap ini merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung masif di Kalimantan. Pergerakan angin dari arah tenggara hingga selatan mendorong tiupan asap melintasi laut hingga masuk ke wilayah Kepri.


Hingga 15 September 2026, peluang hujan diprakirakan hanya terkonsentrasi di Kepri bagian utara, seperti Kepulauan Anambas. Sebaliknya, kawasan Tanjungpinang dan Bintan masih mencatatkan peluang hujan yang amat rendah.


Menanggapi kondisi udara yang kian memburuk, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah.


"Indeks kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," imbau Teguh.


Dampak penurunan kualitas udara dan berkurangnya jarak pandang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Agung, warga Perumahan Kijang Kencana 3, mengaku pandangannya terganggu saat berkendara sepeda motor.


"Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan," kata Agung.


Melihat kondisi yang berpotensi memanjang, warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membagikan masker secara gratis guna membantu masyarakat menghadapi ancaman penyakit saluran pernapasan. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update