Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buka Acara DFL, Sekda Firmansyah: Anak Muda Batam Jangan Hanya Jadi Pengguna Teknologi

Selasa | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T23:11:05Z
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah. Foto : MCB

Laporaninformasi.com (Batam) -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong generasi muda di Daerah untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan berani menciptakan inovasi dan mengambil peran sebagai pelaku utama ekonomi digital.


Pesan tersebut disampaikan Firmansyah saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) bertema “Ekosistem ITSK, Pengenalan Kripto, RWA, dan Stablecoin” di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026).


Firmansyah menegaskan, masyarakat saat ini berada di tengah pergeseran besar ekosistem keuangan. Teknologi tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah mengubah cara bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, hingga menciptakan nilai ekonomi baru.


Oleh karena itu, perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), hingga stablecoin wajib dipahami secara menyeluruh—mencakup peluang, risiko, keamanan platform, fundamental aset, dan legalitas.


"Jangan sampai karena fomo, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya," ujar Firmansyah.


Ia juga menyoroti temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026. Di tingkat nasional, indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, namun literasinya baru 69,57 persen. Kesenjangan ini makin terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa, dengan inklusi mencapai 92,76 persen tetapi tingkat literasinya baru 62,72 persen.


"Artinya, anak muda kita sudah semakin dekat dengan produk dan layanan keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman yang memadai tentang bagaimana menggunakannya secara bijak," tegasnya.


Menurutnya, posisi strategis Batam sebagai pusat industri, perdagangan, jasa, dan investasi harus dimanfaatkan untuk melahirkan inovator daerah. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Batam, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, industri, dan generasi muda.


"Batam tidak cukup hanya menjadi kota yang cepat mengikuti perkembangan teknologi. Batam harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital," tutupnya. *Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update