Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati HKAN 2026, Kemenhut Luncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak Nasional

Selasa | Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T00:38:34Z
Pemulihan Ekosistem Serentak oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta, Senin (10/8/2026). Foto: Kemenhut

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi era restorasi ekosistem hutan nasional yang mengalami degradasi. Langkah strategis tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Menhut Raja Juli Antoni merefleksikan dinamika historis pengelolaan hutan di Indonesia sejak era 1970-an hingga maraknya ekspansi monokultur serta pertambangan. Menurutnya, momentum HKAN harus menjadi pijakan aksi nyata, bukan sekadar ritual tahunan.


"Sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem. Kita tidak sedang menyalahkan masa lalu, tapi faktanya kita menghadapi kondisi hutan dan biodiversity kita seperti ini. Kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem," tegas Menhut dalam pengarahannya.


Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memulihkan 12 juta hektar lahan kritis (degraded land). Dari total target tersebut, sebesar 6,7 juta hektar berada di kawasan hutan dan 1,21 juta hektar terletak di dalam area konservasi.


Menanggapi kekhawatiran publik terkait pemanfaatan kawasan konservasi, Menhut meluruskan persepsi mengenai pengembangan ekowisata. Pemerintah, tegasnya, memegang teguh prinsip ecological before tourism.


"Ekoturisme kadang-kadang disalahartikan sebagai eksploitasi atau komersialisasi taman nasional. Saya tekankan, inti dasarnya adalah untuk ekologi dan restorasi alam. Namun, kita perlu mengajak pihak swasta yang kreatif dan berkomitmen pada keberlanjutan," jelasnya.


Guna mengatasi keterbatasan anggaran serta sumber daya manusia dalam mengelola kawasan hutan yang luas, Kemenhut membuka skema kerja sama pendanaan inovatif (blended finance), perdagangan karbon (carbon trading), hingga penambahan personel polisi hutan. Pihaknya menyatakan siap melakukan adaptasi regulasi agar lebih progresif demi mendukung pemulihan alam.


Usai memberikan pengarahan, Menhut Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menggelar konferensi video bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove dan pelepasliaran burung air di TWA Angke Kapuk.


Peringatan HKAN 2026 yang mengusung tema "Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia" ini menegaskan pesan bahwa pembangunan kawasan perkotaan dan konservasi alam dapat berjalan berdampingan. Ekosistem mangrove di TWA Angke Kapuk sendiri memegang peranan vital sebagai benteng abrasi pesisir Jakarta, penyerap karbon, penapis polusi, sekaligus habitat beragam satwa liar. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update