Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadapi Disrupsi AI, Menpora Erick Tohir Paparkan Strategi Kepemudaan di Forum ASEAN

Sabtu | Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T00:48:04Z
kepemudaan Indonesia dalam forum internasional 14th ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY XIV) 2026 yang berlangsung secara virtual, Jumat (21/8/2026). Foto: Kemenpora

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Tohir, membawa agenda strategis kepemudaan Indonesia dalam forum internasional 14th ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY XIV) 2026 yang berlangsung secara virtual, Jumat (21/8/2026).


Dalam pertemuan tingkat menteri tersebut, Menpora Erick menyoroti pesatnya perubahan global yang menghadirkan tantangan kompleks bagi generasi muda ASEAN, mulai dari disrupsi kecerdasan buatan (AI), dinamika dunia kerja, hingga persoalan kesehatan mental.


“Generasi muda kita sedang menghadapi dunia yang berubah lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Perkembangan AI, perubahan teknologi, kondisi dunia kerja, hingga kesehatan mental menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama,” ujar Menpora dalam sambutannya.


Menpora memaparkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 66,8 juta pemuda yang menjadi pilar utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Untuk memperkuat kapasitas tersebut, pemerintah telah mengadopsi Desain Besar Kepemudaan Nasional berlandaskan tiga nilai utama yaitu patriotik, tangguh, dan empati.


Penguatan nilai tersebut diimplementasikan melalui berbagai program prioritas, seperti Pertukaran Pemuda Wirasena, Kemah Pemuda Wirasena, Forum Kepemudaan Nasional, serta Kompetisi Debat dan Pidato Nasional.


“Ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk saling terhubung, belajar, sekaligus membangun proyek berdampak sosial dan inovasi digital,” jelasnya.


Indonesia juga menyambut baik ASEAN Work Plan on Youth 2026–2030 yang berfokus pada transformasi digital, ketahanan iklim, kesehatan mental, dan kewirausahaan—sejalan dengan komitmen Bali Declaration yang disepakati pada Mei 2026.


Sebagai wujud komitmen nyata, Indonesia siap menggelar ASEAN Youth Interfaith Camp pada tahun 2027 mendatang. Menpora menegaskan bahwa masa depan kawasan sangat bergantung pada investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, baik melalui kerangka internal ASEAN maupun ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update