Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Flores Diguncang Gempa M 7,7, Ribuan Wisatawan dan Tamu Hotel Dievakuasi

Minggu | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T05:11:18Z
Pascagempa utama yang disusul rentetan gempa susulan tersebut, sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar berhasil dievakuasi dan tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo, Sabtu (15/8/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengutamakan keselamatan wisatawan dan mengoordinasikan langkah darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA.


Pascagempa utama yang disusul rentetan gempa susulan tersebut, sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar berhasil dievakuasi dan tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo. Evakuasi dilakukan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo merilis izin pembukaan pelayaran kembali.


Selain evakuasi di wilayah perairan, seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo telah diarahkan ke titik kumpul aman di luar gedung, seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Sementara itu, rangkaian acara penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat resmi dihentikan demi memprioritaskan keamanan bersama.


Hingga saat ini, operasional Bandara Komodo dilaporkan tetap berjalan normal dengan pembatasan (with restriction). Jalur pelayaran laut juga terus dibuka secara bertahap setelah melalui pemeriksaan kelaikan teknis.


Berdasarkan pendataan sementara BPOLBF, sejumlah infrastruktur industri pariwisata mengalami dampak kerusakan. Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur bangunan, namun seluruh tamu dan karyawan berhasil direlokasi ke hotel terdekat. Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan rusak parah. Di sisi lain, akomodasi seperti Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, dan Meurorah secara umum aman dengan kerusakan minor.


Secara keseluruhan, pendataan sementara mencatat 4 korban jiwa meninggal dunia (1 di Manggarai Barat, 2 di Manggarai, dan 1 di Sikka) serta 2 orang luka-luka. Bencana ini juga memicu tanah longsor serta tiang listrik roboh di beberapa jalur lintas utama, termasuk jalur Labuan Bajo–Ruteng dan Bajawa–Ende.


Meskipun BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami, Kemenpar dan BPOLBF mengimbau para wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat luas di kawasan Flores untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu memantau pembaruan informasi dari saluran resmi pemerintah. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update