Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampingi JAM-Intel Kejagung ke Pulau Penyengat, Gubernur Ansar Promosikan Wisata Sejarah Melayu

Rabu | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T08:37:30Z
Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Selasa (25/8/2026). Foto: Diskominfokepri

Laporaninformasi.com (Tanjungpinang) — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendampingi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, melakukan kunjungan ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Selasa (25/8/2026).


Kunjungan ini dimanfaatkan Pemprov Kepri untuk memperkenalkan secara langsung kekayaan sejarah, peradaban budaya Melayu, serta potensi pariwisata Pulau Penyengat yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.


Rangkaian agenda diawali dari Balai Adat Indera Perkasa. Di lokasi tersebut, Ansar memaparkan sejarah Kesultanan Riau-Lingga sekaligus memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat. Tak lupa, ia mengulas peran strategis Raja Ali Haji dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu melalui karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas.


Rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan berziarah ke kompleks makam Raja Hamidah (Engku Putri) dan makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji untuk memanjatkan doa bersama. Agenda kunjungan diakhiri di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, di mana Gubernur Ansar menjelaskan keunikan arsitektur serta nilai sejarah masjid ikonik tersebut.


Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat merupakan bagian dari strategi memperkuat citra Kepri sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan.


"Pulau Penyengat ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Kita ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan," ujar Ansar.


Sementara itu, JAM-Intel Kejagung Reda Manthovani mengapresiasi dan mengaku kagum terhadap kelestarian cagar budaya di pulau tersebut. Menurutnya, berbagai peninggalan yang masih terjaga hingga kini membuktikan besarnya peran Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah peradaban Melayu.


Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperluas promosi Pulau Penyengat di tingkat nasional sebagai kawasan wisata yang memadukan sejarah kerajaan, tradisi intelektual, dan peninggalan Islam dalam satu wilayah. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update