Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bangun Infrastruktur Terpadu, Pemko Batam Hubungkan Kawasan Industri dan Pemukiman

Kamis | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T04:02:20Z
Pemerintah Kota Batam resmi merancang pembangunan jaringan jalan lingkar sepanjang 43,14 kilometer untuk mengurai kemacetan sekaligus membuka akses ekonomi, Kamis (20/8/2026). Foto: Diskominfobatam

Laporaninformasi.com (Batam) — Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi merancang pembangunan jaringan jalan lingkar sepanjang 43,14 kilometer untuk mengurai kemacetan sekaligus membuka akses ekonomi baru antarwilayah. Program infrastruktur prioritas di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra ini akan digarap secara bertahap.


Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak boleh lagi berfokus pada pembukaan akses semata, melainkan harus terintegrasi penuh antarwilayah.


“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” ujar Amsakar dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).


Melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, proyek strategis ini terbagi ke dalam tiga koridor utama dengan total estimasi anggaran mencapai lebih dari Rp799 miliar: Lingkar Selatan (10,075 Km | Rp183,32 Miliar) Menghubungkan titik Simpang Sei Pancur, Simpang Kampung Bagan, sisi laut Waduk Duriangkang beserta jembatannya, hingga kawasan Simpang Bumi Perkemahan, Lingkar Utara (14,508 Km | Rp260,42 Miliar) Membentang dari Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau dan Lingkar Tengah (18,558 Km | Rp355,76 Miliar) Menghubungkan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, hingga kawasan Tanjung Uma dan Pondok Pelangi.


Pemerintah menetapkan target konstruksi fisik awal sepanjang 3,5 kilometer pada tahun 2026, yang kemudian dilanjutkan setidaknya 4,767 kilometer pada tahun 2027.


Mengingat skala proyek yang cukup besar, Amsakar menyebutkan bahwa pelaksanaan di lapangan akan menyesuaikan dengan skala prioritas, kemampuan anggaran daerah, serta pembagian kewenangan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.


“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Kita akan melaksanakannya secara bertahap. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.


Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendukung mobilitas warga dan distribusi barang, seiring status Batam sebagai pusat industri, perdagangan, jasa, dan investasi di Kepulauan Riau. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update