Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Api Berhasil Disekat, Penanganan Karhutla di Kerumutan Riau Masuki Tahap Mopping Up

Minggu | Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T02:16:07Z
Petugas Manggala Saat Berupaya Melakukan Pemadaman Karhutla Di Kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan Riau. Foto : Manggala Agni Daops 

Laporaninformasi.com (Riau) -- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, kini memasuki tahap mopping up. Langkah ini diambil setelah tim gabungan berhasil melakukan penyekatan area untuk menghentikan penjalaran api.


Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyatakan bahwa kondisi tempat kejadian perkara (TKP) saat ini sudah sepenuhnya terkendali dari potensi perluasan. Tim pemadam kini berfokus penuh menyisir dan memadamkan sisa bara api yang terperangkap di bawah lapisan tanah gambut.


"Kondisi TKP sudah tersekat. Posisi saat ini tahapan mopping up. Target pengerjaan difokuskan pada penyerangan terhadap bara api yang masih tersisa di bawah lapisan gambut," ujar Ilham, Kamis (27/8/2026) lalu.


Ilham menjelaskan, proses mopping up sangat krusial di lahan gambut karena sisa bara yang tersembunyi berpotensi kembali menyala jika terhempas angin. Penanganan tersebut belum selesai dan berlanjut hingga Jumat (28/8/2026) untuk memuluskan pemadaman total di titik-titik rawan.


Mengenai total luasan area yang terdampak, Manggala Agni masih berpatokan pada data laporan per 24 Agustus 2026, yakni sekitar 702 hektare. Pada fase awal tersebut, petugas harus bekerja keras melakukan penyekatan kepala api di sisi selatan, membuka akses jalan menggunakan alat berat ekskavator, hingga melakukan pencucian kanal.


"Estimasi lahan terbakar belum kita lakukan perhitungan kembali. Data luasan terbaru akan diperbarui setelah ada update citra satelit," jelasnya.


Operasi pemadaman di Kerumutan melibatkan tim gabungan lintas instansi yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Damkar Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta regu pemadam kebakaran dari sejumlah perusahaan kawasan.


Sebelum berhasil disekat, petugas menghadapi sejumlah kendala berat di lapangan, mulai dari cuaca panas ekstrem, terpaan angin kencang, banyaknya volume bahan bakar potensial, hingga dalamnya lapisan gambut yang menyulitkan penetrasi air. *Red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update