Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wujudkan Sinergi Pentahelix, 16 Ribu Mahasiswa Unesa Diterjunkan ke 1.152 Mitra Dalam dan Luar Negeri

Rabu | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T01:23:33Z
Kemdiktisaintek resmi melepas lebih dari 16.000 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam acara Kick Off Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027 di Surabaya, Senin (27/7/2026). Foto: Kemdiksaintek

Laporaninformasi.com (Surabaya) — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi melepas lebih dari 16.000 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam acara Kick Off Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027 di Surabaya, Senin (27/7/2026).


Program ini digulirkan sebagai langkah akselerasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan, penguatan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa.


Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat 19,8%, sedangkan Jawa Timur berada di angka 14,7%. Di sisi lain, BPS mencatat tingkat kemiskinan Jawa Timur pada September 2025 masih mencapai 9,5% atau sekitar 3,8 juta jiwa.


Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mengubah pola pikir tata kelola agar tidak lagi terisolasi dalam "menara gading", melainkan hadir sebagai solusi atas persoalan riil di masyarakat.


"Perguruan tinggi harus menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui evolusi ini, saudara-saudara sesungguhnya sedang menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan," ujar Wamen Fauzan saat memberikan arahan.


Rektor Unesa, Nurhasan, menjelaskan bahwa belasan ribu mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke 1.152 mitra di dalam maupun luar negeri selama kurang lebih empat bulan.


Program ini mencakup sembilan skema pembelajaran, seperti KKN Tematik, magang, riset, asistensi mengajar, proyek kemanusiaan, hingga kewirausahaan yang berfokus pada lima pilar: kolaborasi, edukasi, keberlanjutan, dampak terukur, dan pemberdayaan.


Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyambut positif penerjunan mahasiswa ini sebagai bentuk sinergi konkret antara perguruan tinggi dan daerah. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu percepatan program pembangunan desa di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.


Langkah Kemdiktisaintek ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita Keempat untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Melalui arahan Mendiktisaintek Brian Yuliarto, kampus disiap-siagakan sebagai mitra strategis sekaligus "asisten pembangunan daerah".


Wamen Fauzan menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi pentahelix yang melibatkan kampus, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media.


"Program pemerintah daerah tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah tanpa berkolaborasi. Kalau bisa bersinergi secara pentahelix, saya kira hasilnya akan luar biasa," pungkas Wamen Fauzan. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update