Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kunjungan Wisman Tembus 6 Juta, Wamenpar Ajak Industri Kuliner dan Hospitality Perkuat Ekosistem Pariwisata

Sabtu | Juli 11, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T23:38:42Z
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Nusantara Food & Hotel Expo 2026, Hal tersebut disampaikan Wamenpar Ni Luh Puspa secara resmi di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (9/7/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Tangerangselatan) — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 sebagai ruang kolaborasi strategis untuk memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Pameran ini mempertemukan para pelaku industri kuliner, makanan dan minuman (F&B), serta sektor hospitality guna menghadapi dinamika pasar global.


Hal tersebut disampaikan Wamenpar Ni Luh Puspa saat membuka secara resmi Nusantara Food & Hotel Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (9/7/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Debindo Global Expo yang berkomitmen menghadirkan pameran multisektor ini.


"Saya sangat senang Nusantara Food & Hotel Expo dapat terlaksana. Kegiatan ini memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata. Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif," ujar Ni Luh Puspa.


Di hadapan para pelaku industri, Wamenpar memaparkan bahwa kinerja pariwisata Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu, meski di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.


Secara kumulatif, Indonesia berhasil mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), atau tumbuh sebesar 7,68 persen. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menembus angka 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 508,67 juta perjalanan.


"Ini menunjukkan pariwisata Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri," kata Wamenpar.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor kuliner memiliki posisi krusial karena bukan sekadar pelengkap pengalaman berwisata, melainkan representasi identitas budaya daerah yang mampu membuka peluang ekonomi luas bagi masyarakat lokal.


Karena itu, Ni Luh Puspa menantang para pelaku usaha agar tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan, melainkan berfokus pada kualitas. "Kita harus menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," tambahnya.


Nusantara Food & Hotel Expo 2026 sendiri berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 9 hingga 12 Juli 2026 di Hall 3 ICE BSD City. Pameran berskala besar ini menghadirkan 12 kategori industri, mulai dari produk daging, olahan susu, kopi dan teh, hingga teknologi operasi perhotelan dan peralatan HORECA.


Wamenpar berharap ajang ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi bisnis atau business-to-business (B2B) semata, melainkan mampu memberikan dampak konkret hingga ke rantai pasok paling bawah.


"Saya berharap expo ini melahirkan inovasi dan kolaborasi yang luar biasa serta memberikan manfaat hingga ke rantai pasok. Mari terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan gastronomi Nusantara sebagai identitas bangsa sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.


Dalam pembukaan tersebut, Wamenpar didampingi oleh Asisten Deputi Bidang MICE Kemenpar Titus Haridjati, perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, serta jajaran pimpinan asosiasi industri kuliner, kopi, retail, dan pastry Indonesia. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update