Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Kenaikan BBM Picu Inflasi Batam 4,75 Persen, Pemko Buka Suara

Kamis | Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T02:11:41Z
Diskusi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di VIP Room Ai Viola Cafe, Batam Centre, Rabu (29/7/2026). Foto: Diskominfobatam

Laporaninformasi.com (Batam) — Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat merespons laju inflasi daerah yang menyentuh angka 4,75 persen. Guna menyusun strategi penanganan yang lebih efektif dan terukur, Pemko Batam memperkuat sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).


Langkah koordinasi strategis tersebut dibahas dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, di VIP Room Ai Viola Cafe, Batam Centre, Rabu (29/7/2026).


Dalam arahannya, Firmansyah menegaskan bahwa Pemko Batam secara konsisten berupaya mengendalikan stabilitas harga, salah satunya melalui gelaran operasi pasar murah di berbagai kecamatan dengan dukungan Bulog. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas instansi agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


"Kita perlu menyinkronkan langkah antara Pemko Batam, Bank Indonesia, Bulog, BPS, serta para penyalur. Sinergi ini diharapkan menjadi stimulus yang efektif untuk menekan laju inflasi di Kota Batam," ujar Firmansyah.


Lebih lanjut, Firmansyah mendorong agar intervensi pasar ke depan tidak lagi sekadar mengandalkan usulan tingkat kecamatan, melainkan bertumpu pada data konkret.


"Ke depan, kami berharap pelaksanaan operasi pasar dapat mengacu pada data BPS sehingga lebih tepat sasaran dan efektif dalam mengendalikan harga komoditas yang mengalami kenaikan," tambahnya.


Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Devi Indriastuti, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penyediaan data komoditas secara spesifik sebagai bahan pertimbangan kebijakan Pemko Batam.


Devi membeberkan, salah satu faktor utama pendorong tingginya angka inflasi di Batam saat ini adalah efek domino dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan sebelumnya.


"Kenaikan harga BBM pada bulan lalu menjadi salah satu faktor yang memicu inflasi di berbagai daerah, termasuk Kota Batam," kata Devi.


Guna mengatasi persoalan pasokan, Devi menyarankan pembenahan rantai pasok melalui kerja sama langsung dengan daerah-daerah penghasil komoditas pangan.


"Salah satu upaya mengendalikan kenaikan harga bahan pokok adalah memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil. Dengan pasokan yang terjaga, stabilitas harga juga akan lebih mudah dipertahankan," jelasnya.


Dengan dukungan data akurat dari BPS dan penguatan kerja sama antardaerah, Pemko Batam optimistis dapat menekan lonjakan harga komoditas sehingga tidak memberatkan daya beli masyarakat. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update