Laporaninformasi.com (Jakarta) - Ayu Aulia akhirnya angkat bicara secara gamblang mengenai hubungan spesial yang terjalin dengan Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Tak hanya bercerita soal kisah masa lalu, Aulia mengaku memiliki bukti-bukti konkret yang membuktikan kedekatan keduanya masih berlangsung intens hingga akhir tahun 2025 lalu, bahkan ada rekaman momen kebersamaan bernuansa intim.
Menurut Ayu, persoalan ini tidak boleh hanya dilihat dari satu sisi saja. Ia menilai perlakuan yang diterimanya selama ini sangat tidak adil, apalagi dirinya sudah mengenal Roby jauh sebelum pejabat daerah itu menduduki jabatan publik maupun membina rumah tangga.
“Dia mengambil keuntungan dari rasa kasihan saya, menurut aku gak fair sih. Kalau dibilang kasihan istrinya, sebelum menikah istrinya kenal aku kok, kan aku teman kuliahnya beliau, Pak Roby Kurniawan. Kami beda universitas, aku di Bunda Mulia, dia di Trisakti, kita satu angkatan sama-sama tahun 1993,” ungkap Ayu saat dikonfirmasi grup media ini, Sabtu (30/5/2025).
Wanita itu menjelaskan, hubungan asmara dirinya dan Roby sudah terjalin sejak akhir tahun 2014, tepat sebelum Roby menjabat sebagai Bupati Bintan. Hubungan itu berjalan wajar layaknya pasangan kekasih, namun belakangan ini berubah menjadi masalah besar yang merugikan dirinya.
“Kita itu pacaran dari 2014 akhir, dari Bapaknya Bupati. Dalam kasus ini, posisi Pak Roby dan posisi saya tentu berbeda. Itu sebabnya pemberitaan harus dilihat dari dua sisi. Kalau hanya satu pihak saja yang berbicara, publik tentu akan mempertanyakan benar atau tidaknya. Semua harus dibuktikan dengan data dan fakta,” tegasnya.
Klaim Punya Bukti Lengkap, Ada Tanda Tangan di Berkas RS
Ayu menegaskan, ia tidak mungkin berbicara sekeras ini tanpa dasar yang kuat. Ia mengklaim memiliki beragam bukti yang jika dibuka seluas-luasnya ke media nasional, akan membuat dampak yang jauh lebih besar. Selama ini ia menahan diri demi memikirkan nasib keluarga Roby.
"Saya tidak mungkin bicara tanpa bukti. Semua yang saya sampaikan ada dasarnya. Kalau saya buka semuanya, urusannya bisa makin besar. Selama ini saya masih tahan demi keluarganya, istrinya, dan anak-anaknya yang tidak bersalah," ucapnya.
Namun, batas kesabarannya perlahan habis. Ia merasa hanya dirinya yang memikirkan perasaan orang lain, sementara nasib dan masa depannya sendiri hancur tak ada yang peduli.
"Saya terus memikirkan perasaan mereka, tapi siapa yang memikirkan saya? Saya kehilangan masa depan, kehilangan kesempatan punya anak. Semua penderitaan ini saya tanggung sendirian," keluhnya.
Salah satu bukti keras yang dimaksud Ayu adalah dokumen medis. Ia mengaku didampingi langsung Roby saat memeriksakan kandungannya berusia dua bulan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, akhir tahun 2025 lalu. Nama dan tanda tangan Roby tercantum jelas di berkas tersebut sebagai ayah.
"Ketika kandungan saya dua bulan, beliau antar ke RS di Jakarta. Ada tanda tangan beliau di situ sebagai ayah. Jadi soal bukti, saya lengkap. Waktu itu beliau belum menikah, kami berhubungan layaknya pasangan biasa. Sebenarnya saya malu membuka ini, apalagi saya masih punya hubungan keluarga dengan artis ternama, saya harus jaga nama baik keluarga besar," bebernya.
Namun rasa malu itu ia singkirkan demi menuntut tanggung jawab. Ia tak terima Roby tampil di publik dengan citra pemimpin religius, berkeluarga bahagia, dan berintegritas, sementara kenyataan di balik layar sangat berbeda.
"Saya mempertanyakan tanggung jawab moral beliau. Selama ini urusan saya ditangani keluarga saya sendiri, sementara beliau tetap terlihat baik, religius, dan dikenal sebagai keluarga yang harmonis. Itu sangat tidak adil," tudingnya.
Masih Sering Bertemu 2025, Ada Rekaman Pegang Bagian Intim
Poin paling mengejutkan dari pernyataan Ayu adalah pengakuan bahwa kedekatan mereka masih berlangsung sangat intens hingga tahun lalu. Ayu mengaku masih bertemu Roby sebanyak lima kali sepanjang tahun 2025, dan salah satu momen pertemuan itu terekam kamera saat terjadinya sentuhan fisik bernuansa intim.
"Tahun lalu kita masih sering ketemu, ada lima kali. Ada yang makan bareng di Pasar Senayan. Bahkan ada rekamannya, ada videonya dia pegang bagian intim saya. Semua ada, saya lengkap buktinya," ujar Ayu dengan nada yakin.
Karena perlakuan dan dampak yang diterimanya, Ayu mengaku berhak menempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana. Ia menceritakan dampak terberat yang kini ia derita: kehilangan organ reproduksi dan mengalami menopause dini akibat pengangkatan rahim pada September 2025 lalu.
"Saya bisa saja menuntut pidana maupun perdata. Saya kehilangan rahim, mengalami perubahan hormon drastis. Sejak rahim saya diangkat September lalu, saya sudah tidak haid dan mengalami menopause dini. Dampaknya bukan cuma fisik, tapi juga mental dan emosional. Selama ini saya pendam sendiri, tapi sekarang saya ingin publik tahu apa yang saya rasakan," paparnya.
Meski ditawari banyak pihak untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, Ayu mengaku tak ingin terlihat menjatuhkan. Ia hanya menuntut keadilan dan kebenaran.
"Saya tidak berniat menjelekkan siapa pun. Kalau saya dianggap buruk, saya terima. Tapi saya cuma ingin keadilan. Sudah ada yang tawarkan bawa ke hukum, tapi saya masih tahan. Tapi kalau terpaksa, saya punya cukup bukti untuk membuktikan semuanya," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh pernyataan dan klaim bukti yang disampaikan Ayu Aulia masih merupakan versi sepihak. Pihak redaksi masih berupaya meminta tanggapan dan konfirmasi secara langsung kepada Bupati Bintan, Roby Kurniawan, maupun tim hukumnya guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang. *Den/red*
