Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dialog Shangri-La Ke-23 di Singapura Soroti Komitmen Damai Kawasan Asia-Pasifik

Sabtu | Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-30T03:37:38Z
Foto : Jason/ST

Laporaninformasi.com (Singapore) – Sebanyak 44 negara, termasuk 54 delegasi tingkat menteri, berkumpul di Singapura untuk menghadiri Dialog Shangri-La (Shangri-La Dialogue) ke-23. KTT pertahanan paling bergengsi di Asia ini resmi digelar selama tiga hari, mulai Jumat (29/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026), bertempat di Hotel Shangri-La.


Melansir laporan The Straits Times, Sabtu (30/5/2026), forum tahunan yang diorganisasi oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) berbasis di London ini kembali menjadi episentrum pembahasan berbagai tantangan keamanan kritis dan tensi geopolitik di kawasan Asia-Pasifik.


Presiden Vietnam To Lam, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, didapuk untuk menyampaikan pidato kunci (keynote speech) pada pembukaan forum, Jumat (29/5). Sementara itu, Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dijadwalkan memberikan pidato khusus pada hari berikutnya.


Sebagai bentuk penghormatan kepada para delegasi, Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam juga menggelar resepsi resmi di Istana Kepresidenan Singapura pada Sabtu (30/5).


Dialog Shangri-La kerap menjadi panggung krusial bagi dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China, untuk bertatap muka. Namun, Menteri Pertahanan China Dong Jun dipastikan absen untuk tahun kedua berturut-turut. Posisi Negeri Tirai Bambu kali ini hanya diwakili oleh delegasi tingkat pejabat dari institusi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan angkatan laut.


Di sisi lain, Amerika Serikat mengirimkan Menteri Pertahanan baru mereka, Pete Hegseth, untuk menegaskan pengaruh Washington di kawasan. Selain Hegseth, sejumlah tokoh penting dunia juga tampak hadir, seperti Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, serta Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) Nurlan Yermekbayev.


Sebagai perbandingan, pada gelaran tahun 2025 lalu, forum ini dihadiri oleh 47 negara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai pembicara utama—menandai pertama kalinya pemimpin Eropa menyampaikan pidato kunci di forum tersebut.


Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) menyatakan bahwa forum tahun ini akan menggelar enam sesi pleno dan tiga sesi khusus. Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing dijadwalkan mengisi sesi pleno terakhir pada Minggu (31/5) dengan pidato bertajuk "Evolving Security Partnerships in a Fragmenting World" (Evolusi Kemitraan Keamanan di Dunia yang Terfragmentasi).


Di sela-sela agenda utama, Menhan Chan juga memimpin berbagai pertemuan multilateral strategis, termasuk diskusi meja bundar bersama para menteri pertahanan aliansi Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang beranggotakan Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris. Aliansi ini dibentuk sejak 1971 untuk menjaga ekosistem pertahanan kawasan pasca-penarikan pasukan Inggris.


Selain itu, Singapura berkolaborasi dengan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. untuk memimpin pertemuan khusus dengan para menteri pertahanan ASEAN. Saat ini, Filipina memegang posisi sebagai Ketua ASEAN, sebelum nantinya Singapura mengambil alih tongkat esatfet tersebut pada tahun 2027.


Manfaat platform yang telah berjalan sejak 2002 ini juga dimanfaatkan optimal untuk diplomasi bilateral. Salah satunya adalah kunjungan perkenalan dari Menteri Pertahanan Thailand yang baru, Letnan Jenderal Adul Boonthumjaroen, yang langsung menggelar pertemuan bilateral dengan Menhan Chan Chun Sing.


Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menegaskan kembali hubungan pertahanan yang kuat antara Singapura dan Thailand, sekaligus bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan regional terkini.


MINDEF menegaskan bahwa Dialog Shangri-La tetap menjadi wadah yang sangat berharga untuk memetakan inisiatif keamanan baru, serta menyatukan negara-negara yang sepaham untuk menjaga stabilitas perdamaian dunia. *ade/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update